benuanta.co.id, NUNUKAN – Masyarakat Krayan keluhkan lonjakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang cukup tinggi mencapai Rp 50 ribu per liter. Khususnya untuk jenis BBM Pertalite yang saat ini mulai langka.
Ahmad, Warga Krayan mengatakan, kenaikan harga BBM ini terjadi karena stok BBM yang kian kritis dalam beberapa hari terakhir. Informasi beredar antar warga di Krayan akibat pesawat pengangkut BBM mengalami kerusakan sehingga belum ada BBM yang mendarat di Krayan. Kondisi ini sudah terjadi semingguan ini.
“Informasi yang kami terima pesawat pengangkut BBM di wilayah Krayan mengalami kerusakan,” ungkap warga di Krayan, Ahmad kepada benuanta.co.id, Rabu 1 Juni 2022.
Menurut Ahmad, pengencer BMM yang biasanya menjual BBM Rp 20 per botol menaikkan harga Rp 50 ribu per botol. Awalnya BBM jenis pertalite seharga Rp 20 ribu naik menjadi Rp 25 ribu, tidak sampai disitu saja kenaikan terus terjadi hingga Rp 30 ribu per botol. Puncaknya di harga Rp 50 ribu per botol.
“Saya sempat beli kemarin seharga Rp 25 ribu, namun dua pekan terakhir ini sudah naik,” jelasnya melalui sambungan telepon seluler.
Sedangkan harga normal Rp 7.650 karena subsidi, sedangkan harga normal botolan Rp 20 ribu di Krayan. Diakui Ahmad Saat ini minyak semakin sulit diperoleh di Krayan, karena stok sudah mulai habis.
“Kami berharap minyak ini bisa normal kembali agar masyarakat di Krayan bisa beraktivitas seperti biasa tidak ada hambatan, karena ada yang menggunakan kendaraan roda dua untuk bekerja dan mau bepergian harus menggunakan motor karena jarak tempuh jauh,” ujarnya.
Sementara itu, Pemkab Nunukan melalui Camat Krayan, Ronny Firdaus membenarkan kondisi kelangkaan BBM di Krayan Nunukan.
“Bukan langka lagi, BBM sudah tidak ada. Sudah sepekan lebih belum ada pengiriman BBM dari Tarakan. Informasi yang kami terima dari pihak Pertamina ada kerusakan pesawat pengangkut. Bahkan BBM yang botolan sudah tidak ada,” ujar Camat Krayan pada Kamis pagi, 2 Juni 2022.
Dikatakan Ronny, tak ada yang bisa dilakukan warga di Krayan selain menunggu eksyen pemerintah untuk menuntaskan persoalan warga di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) ini.
“Kalo sudah menyangkut pesawat masyarakat tidak bisa buat apa-apa. Dulu ketika ada masalah kelangkaan BBM masyarakat masih bisa mengupayakannya dari Malaysia tapi sejak penutupan jalur tradisional yang menghubungkan Krayan dengan negara tetangga Malaysia sejak pandemi maka otomatis BBM hanya dipasok oleh Pertamina,” jelas Ronny.
Ronny menambahkan, update informasi dari Pertamina bahwa pesawat pengangkut masih dalam proses perbaikan sehingga diperkirakan dipenghujung pekan ini sudah bisa beroperasi kembali. “Informasi dari sales branch manager yang kami hubungi beberapa hari lalu kalau perbaikan pesawatnya lancar-lancar saja diharapkan penghujung minggu ini sudah mulai pengiriman,” tutur penuh harap hal itu sesuai perkiraan.
Diketahui, pengiriman BBM ke wilayah Krayan hampir setiap hari kecuali hari Minggu dan ketika kondisi cuaca buruk. Rata-rata pengiriman setiap hari 6 ton untuk 2 APMS yang ada di Kecamatan Krayan dan Kecamatan Krayan Selatan.
Pihak Pertamina Patra Niaga telah dihubungi benuanta.co.id terkait kelangkaan BBM di Krayan, namun masih akan melakukan kroscek terlebih dahulu.(*/dy/m)







