Dies Natalis Ke-71, GMKI Tarakan Desinfeksi 10 Gereja

TARAKAN– Peringati Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Ke-71 tahun, GMKI Tarakan mengadakan beberapa rangkaian kegiatan salah satunya desinfeksi ke 10 Gereja yang ada di Kota Tarakan.

Ketua GMKI Cabang Tarakan mengatakan terdapat beberapa kegiatan yang dirangkaikan menuju Dies Natalis GMKI Ke 71.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian Dies Natalis GMKI Ke-71, dimana kami mengadakan desinfeksi penyemprotan ke 10 Gereja, Talk Show Kebhinekaan Lintas Agama dan Puncak Perayaan di minggu depan,” ujar William Risky Tonapa kepada benuanta.co.id.

Pihaknya bekerja sama dengan PMI Kota Tarakan untuk mengadakan penyemprotan desinfektan ke 10 Gereja guna memastikan jalannya peribadatan yang lancar dan aman dari penularan Covid-19.

Baca Juga :  Targetkan Rp3,5 Miliar di Bulan Ramadan, 10.500 Mustahik Tarakan Siap Terima Manfaat

“Terdapat 10 Gereja yang kita kunjungi. Kami menilai giat seperti ini harus terus berlanjut, mengingat jumlah pasien Covid-19 semakin bertambah di Tarakan. Artinya semua pihak harus ikut serta menerapkan protokol kesehatan salah satunya sterilisasi ruangan dengan desinfektan”, sambung Wiliam pada Kamis, (12/02/2021).

Dilanjutkan oleh Arung Sapta selaku Ketua Panitia Dies Natalis GMKI Ke-71, dirinya menerangkan bahwa giat yang dipimpinnya merupakan bukti dari kehadiran GMKI dalam 3 medan pelayanannya Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat.

“Ini adalah upaya GMKI untuk berdampak pada 3 medan pelayanannya, dimana GMKI melalui kader-kadernya tiada henti menjadi berkat bagi banyak orang. Selama kegiatan, kami menerapkan protokol kesehatan sampai selesai penyemprotan”, tuturnya selaku Ketua Panitia.

Baca Juga :  DKPP Tarakan Pastikan Kebutuhan Pangan Jelang Idulfitri Aman, Cabai dan Bawang Jadi Perhatian

Arung menjelaskan dirinya bersama panitia dan kader-kader GMKI mengadakan desinfeksi penyemprotan tertuju pada gereja:
1. GPDI Eklesia
2. GPDI Efata
3. Gereja Toraja Jemaat PNIEL
4. GPSI el-shaddai 1
5. Gereja Toraja Jemaat Bukit Amal
6. GPSI El-Shaddai 6
7. GPSDI El-Shalom
8. Gereja Pantekosta Tabernakel
9. GBI Mawar Sharon
10. GAA (Gereja Alkitab Anugerah)

Secara terpisah, GMKI Tarakan yang sejak 2013 hadir di Tarakan ini memandang penanganan Covid-19 di Tarakan masih kurang optimal, yang disinyalir oleh maraknya kerumunan di tempat-tempat hiburan yang tidak menerapkan 3 M.

“Pada prinsipnya, semua pihak harus ikut serta memutus mata rantai penularan Covid-19. Dalam hal ini, kami menilai masih banyak juga tempat-tempat publik yang marak kerumunan masa dan tidak terapkan 3 M. Sebaiknya pemerintah dan gugus tugas harus bisa menertibkan tempat-tempat kerumunan yang tidak terapkan 3 M”

Baca Juga :  Tarakan Dapat 200 Unit BSPS Tahap Pertama, Fokus di Tarakan Utara dan Barat

Pria yang masih berkuliah di Universitas Borneo Tarakan itu memastikan akan terus melanjutkan upaya pencegahan Covid-19 dengan membentuk Satgas Oikumene Tangkal Covid-19.

“Kami akan bentuk Satgas, dan nantinya berisi aktivitas-aktivitas seperti edukasi 3M, desinfeksi ke tempat-tempat umum dan membantu penerapan PPKM Mikro di hingga ke tingkat kelurahan dan RT”, tuntas William.

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *