Diduga Ada Korban Lain dari Pencabulan AR, Polisi Imbau Korban Melapor

benuanta.co.id, TARAKAN – Polres Tarakan mengungkap aksi pencabulan sesame jenis kepada anak di bawah umur yang dilakukan oleh AR (27). Pelaku merupakan salah satu oknum guru Agama Islam di salah satu SMP swasta Kota Tarakan.

Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia mengatakan diduga masih terdapat korban lain selain 5 orang yang telah diketahui. “Iya di duga masih ada korban lain,” kata Taufik, Selasa (18/1/2022).

Baca Juga :  Atasi Lonjakan Volume Sampah Ramadan, DLH Kerahkan 311 Personel dan 34 Armada

Baca Juga: Miris! Oknum Guru Ngaji Cabuli 5 Muridnya Dalam Toilet

“Kalau memang ada lagi yang merasa (korban) silahkan lapor ke kami,” sambung Taufik.

Taufik menerangkan, bahwa korban tidak perlu takut untuk melapor. Taufik memastikan, pihak kepolisian akan tetap memberikan pendampingan kepada para korban. “Identitias (korban) juga kita lindungi dan secara psikologi juga kita lakukan pendampingan,” terangnya.

Baca Juga :  Targetkan Rp3,5 Miliar di Bulan Ramadan, 10.500 Mustahik Tarakan Siap Terima Manfaat

Semakin banyaknya kasus pencabulan terhadap anak-anak, pria yang pernah menjabat sebagai Kasubdit IV Dit Reskrimsus Polda Kaltara ini mengimbau kepada para orang tua agar tidak lengah dan selalu mengawasi para anaknya.

“Sekarang sudah era digital, segala sesuatu gampang untuk diakses. Apalagi dilepas saat main hanphone. Mungkin ada yang tidak layak dikonsumsi anak, mereka dapat, ditonton gitu dan coba-coba,” ucapnya.

Baca Juga :  DKPP Tarakan Pastikan Kebutuhan Pangan Jelang Idulfitri Aman, Cabai dan Bawang Jadi Perhatian

Dalam hal ini Taufik juga menegaskan tidak hanya orang tua, namun pihak sekolah juga turut melakukan bantuan pengawasan terhadap siswa siswinya. “Melibatkan semua, orang tua kemudian dari unsur guru mungkin. Kalau kami melaksanakan pencegahan kalau terjadi kami lakukan upaya,” pungkas Taufik. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *