Desa Ini Jadi Wilayah Pertama Pilot Project Redistribusi Tanah di Kaltara

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tana Tidung bersama Kanwil BPN Kaltim dan BPN Bulungan melakukan penyuluhan program sertikat tanah di Wilayah Transmigrasi, khususnya Desa Sambungan Selatan, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung (KTT) pada Jumat, 8 April 2022.

Rencananya kegiatan penyuluhan ini akan dilakukan selama 10 hari ke depan, dengan melihat potensi membangun plot wisata di wilayah transmigran.

Baca Juga :  Ekonomi Desa Terpukul, Masyarakat Minta PT PMJ Segera Beroperasi Lagi

Kabid Penataan dan Pemberdayaan Kanwil BPN Kaltim, Istanto Nurhidayat mengatakan kedatangan tim dalam rangka penyuluhan kegiatan redistribusi tanah di lokasi transmigrasi.

“Kami melaksanakan inventarisasi serta identifikasi obyek tanah di Desa Sambungan Selatan selama 10 hari,” kata Istanto.

“Hal ini penting karena dalam melakukan rencana pembangunan disini, kita perlu melakukan pendataan invetarisasi Wilayah,” ujarnya lagi.

Tak hanya itu, Istianto juga mengungkapkan bahwa skema program Redistribusi Tanah untuk wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) baru pertama kali dilaksanakan di lokasi Transmigrasi Sambungan Selatan, Kabupaten Tana Tidung.

Baca Juga :  Ekonomi Desa Terpukul, Masyarakat Minta PT PMJ Segera Beroperasi Lagi

“Kita berharap lokasi transmigrasi Desa Sambungan Selatan bisa menjadi pilot project untuk lokasi-lokasi transmigrasi yang ada di wilayah Kaltara,” ucapnya.

Di sisi lain, Ardiansyah Kabid Transmigrasi Tana Tidung menjelaskan lokasi transmigrasi Sambungan Selatan berdasarkan Keputusan Bupati Tana Tidung, luar lahan transmigrasi di Desa Sambungan Selatan kurang lebih 623,53 hektar.

“Total masyarakat transmigrasi sebanyak 200 kepala keluarga dengan rincian 1 KK mendapatkan LP sebesar 0.25 H, LU 1 0.75 H dan LU II 1 ha,” jelasnya.

Baca Juga :  Ekonomi Desa Terpukul, Masyarakat Minta PT PMJ Segera Beroperasi Lagi

Penempatan masyarakat transmigrasi Sambungan Selatan dimulai tahun 2007 sebanyak 70 KK, 2010 sebanyak 100 KK dan tahun 2016 sebanyak 30 KK. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *