benuanta.co.id, NUNUKAN – Kodim 0911/Nunukan, Letkol Inf Albert Frantesca Hutagalung akan dikukuhkan besok sebagai Bapak Asuh Anak Stunting di Kabupaten Nunukan, ini Keterlibatan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendukung upaya percepatan penurunan stunting.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Kabupaten Nunukan, Sabaruddin mengatakan, direncanakan besok itu Jumat 7 Oktober 2022, akan di Kukuhkan Dandim sebagai bapak asuh Stunting.
“Stunting ini tidak bisa diselesaikan oleh satu istunsi, harus kolektif sehingga semua line harus bergerak,” kata Sabaruddin, Kamis (6/10/2022).
Dia berharap dengan di kukuhnya bapak asuh Stunting sehingga upaya pencegahan lebih kuat dan lebih masif lagi, karena jajaran kodim ini sangat banyak seperti ada Koramil dan Babinsa yang bergerak di tengah-tengah masyarakat yang tau betul keadaan di masyarakat
“Dari pertemuan kasus , penerimaan laporan, interpretasi sehingga kodim dan aparatur yang berada di bawahnya dapat melakukan pencegahan membantu menekan dan penurunan angka Stunting di kabupaten Nunukan,” jelasnya.
Selain itu, penanganan stunting, Dinkes P2KB telah melaksanakan intervensi spesifik bukan di desa yang menjadi lokasi stunting tapi di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan melalui pendampingan keluarga stunting maupun risiko stunting yang dilakukan oleh Puskesmas sesuai dengan wilayah intervensinya.
Target nasional tahun 2024 prevalensi stunting maksimal 14 persen, sementara prevalensi di Kabupaten Nunukan 30 persen. Stunting berpengaruh pada kualitas generasi di masa mendatang. Dampaknya berpengaruh secara signifikan pada rendahnya kualitas sumber daya manusia sampai 30 persen akan menjadi beban di masa mendatang.
Jumlah angka stunting balita sasaran di Kabupaten Nunukan pada tahun 2022 hingga Juni sebanyak 11.704 anak. dari jumlah itu sebanyak 4. 582 atau 42,2 persen telah diukur, dengan hasil balita pendek dan sangat pendek sebanyak 634 anak atau 13,8 persen.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







