benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memperkuat sistem deteksi dini potensi gangguan keamanan dan sosial menjelang perayaan Natal 2025 dan tahun baru 2026.
Langkah ini diwujudkan lewat Rapat Koordinasi Cegah Dini dan Deteksi Dini Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) yang digelar di Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Nunukan, Selasa (23/12/2025).
Kepala Kesbangpol Nunukan, Hasan Basri, menegaskan rapat koordinasi menjadi bagian dari upaya membangun kewaspadaan bersama, terutama menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun.
“Setiap akhir tahun selalu terjadi peningkatan aktivitas masyarakat. Ini harus diantisipasi bersama agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas maupun konflik sosial,” ujar Hasan pada Rabu, (24/12/2025).
Sebagai daerah perbatasan dengan beragam latar belakang sosial dan budaya, Nunukan membutuhkan pendekatan pencegahan yang menyeluruh.
Tidak hanya mengandalkan aparat keamanan, tetapi juga melibatkan tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, dan media.
“Deteksi dini tidak akan efektif tanpa partisipasi masyarakat. Informasi dari bawah sangat penting untuk mencegah potensi masalah sejak awal,” tuturnya.
Hasan menekankan Kesbangpol berperan sebagai penghubung antar instansi dalam membaca dinamika sosial. Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai penting agar potensi kerawanan bisa ditangani cepat dan tepat.
Dalam rapat tersebut, sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari konsumsi minuman keras, balap liar, penggunaan petasan di sekitar rumah ibadah, hingga meningkatnya arus orang dan barang di wilayah perbatasan menjelang Nataru.
Hasan juga mengapresiasi budaya toleransi masyarakat Nunukan yang selama ini menjaga situasi tetap kondusif, termasuk praktik saling menjaga rumah ibadah lintas agama.
“Kerukunan yang sudah terbangun ini harus kita rawat bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ia berharap hasil rapat dapat ditindaklanjuti di lapangan melalui patroli terpadu, pengawasan lingkungan, serta komunikasi intensif antar instansi dan masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah Natal dan merayakan Tahun Baru,” ungkap Hasan.
Dengan penguatan sistem deteksi dini dan sinergi lintas sektor, Pemkab Nunukan optimistis perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung aman, tertib, dan kondusif di wilayah perbatasan. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Yogi Wibawa







