Cegah Kebakaran, Damkar Sebatik Sosialisasikan Penggunaan Apar

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sektor Sebatik melakukan simulasi kebakaran dan sosialisasi penggunaan alat pemadam api ringan (apar) di Rumah Sakit Pratama Jalan Padaelo RT 08 Desa Tanjung Karang Kecamatan Sebatik.

Komandan Pleton Damkar Sebatik, Mulyadi, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung satu jam lebih, dihadiri sekitar 40 orang yang terdiri dari petugas dan pegawai rumah sakit yang dilaksanakan secara teori dan praktik.

Mulyadi menjelaskan tentang memadamkan api dengan cara sederhana atau tradisional dan  penggunaan apar yang sangat bermanfaat apabila dipakai saat awal terjadi kebakaran, api yang sudah besar harus dipadamkan oleh pemadam kebakaran

Baca Juga :  Mangsa Dua Ekor Ayam, Damkar Amankan Ular Piton 2 Meter di Nunukan Barat

“Apar hanya efektif jika digunakan dengan teknik yang benar cepat dan tepat sasaran, jika tidak maka apar menjadi tidak bermanfaat,” kata Mulyadi pada Jumat, (23/1/2026).

Secara umum, beber Mulyadi, metode dasar penggunaan apar adalah dengan cara menarik pin pengaman lalu mengarahkan nozel ke dasar api, setelah itu tekan tuas untuk mengeluarkan bahan pemadam dan terakhir sapu dari sisi ke sisi untuk menutupi area yang terbakar.

“Teorinya kelihatan mudah, namun saat terjadi kebakaran kebanyakan orang menjadi panik, terkadang  apar diambil, langsung disemprotkan padahal lupa mencabut pin, yang terjadi apar tidak menyemprot sama sekali,” ujarnya.

Baca Juga :  DKPP Nunukan Uji Sampel Pangan di Pasar Inhutani

Menurutnya, pin pada apar memang dibuat untuk kemananan, namun dalam kondisi darurat saat apar akan digunakan, jangan ragu  untuk mencabut pin.

Dalam penggunaan apar tambah Mulyadi, teknik saja tidak cukup, perlu juga latihan langsung atau praktik, sehingga saat terjadi kebakaran yang sebenarnya siapapun dapat menggunakan apar dengan baik dan benar.

Selain teori kata Mulyadi, peserta yang hadir juga melaksanakan praktik memadamkan api dengan cara tradisional dan  penggunaan apar yang dilakukan di halaman Rumah Sakit Pratama, dengan media drum yang berisi minyak (BBM), dan api dinyalakan dengan besar.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan, Pemkab Nunukan Gelar Sosialisasi dan Pendampingan Penginputan E-Monev dan E-SAKIP 2026

“Petugas damkar yang pertama kali memberikan contah penggunaan apar dengan memberikan arahan seperti memperhatikan arah angin dan mempertimbangkan jarak, lalu diikuti oleh beberapa peserta yang lain,” terang Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa, semua peserta yang mengikuti sosialisasi sangat antusias mencoba menggunakan apar.

“Simulasi seperti ini bertujuan agar peserta tenang dan percaya diri ketika suatu saat menghadapi situasi darurat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *