benuanta.co.id, BULUNGAN – Persiapan pengamanan Natal dan tahun baru 2022 di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bulungan menggelar rapat koordinasi bersama Polres Bulungan, Kodim 0903 Bulungan, Kejaksaan Negeri Bulungan, tokoh agama dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Bulungan.
Bupati Bulungan Syarwani menekan beberapa hal sesuai instruksi yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021 itu menjadi panduan bagi pemerintah daerah.
“Ada beberapa yang harus kita sesuaikan dengan kondisi yang ada di daerah kita. Khususnya natal kita harapkan setiap pimpinan gereja atau pimpinan jemaat untuk menyiapkan tenaga petugas pemeriksaan kesehatan, prokes tetap menjadi yang utama,” ucap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, Rabu 22 Desember 2021.
Ia meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyiapkan masker bagi warganya di tempat ibadah tidak pakai masker.
“Kedua berkaitan dengan kapasitas sesuai Inmendagri nya itu sekitar 50 persen dari kapasitas ruangan yang ada di setiap rumah ibadah,” bebernya.
Dalam menghadapi tahun baru, secara resmi telah diputuskan tidak ada kegiatan terbuka berupa panggung hiburan rakyat dan kegiatan keramaian ditiadakan. Pemkab Bulungan menganjurkan perayaan menyambut tahun baru pada tempat masing-masing di rumah atau kelompok-kelompok masyarakat yang kecil.
“Kesepakatan kami itu tidak ada kegiatan terbuka seperti pawai dan perayaan kembang api. Ada baiknya di rumah bersama keluarga,” jelasnya.
Bupati juga meminta kerjasama para pelaku usaha warung kopi dan kafe, sebagai bentuk dukungan dalam memutus penyebaran Covid-19 dengan mentaati protokol kesehatan. Tak hanya itu para pemilik usaha tersebut agar memasang aplikasi PeduliLindungi.
“Kita minta mereka agar memasang scan aplikasi Peduli Lindungi sehingga nanti ini memudahkan untuk pengawasan. Saya yakin yang nongkrong di tempat tongkrongan malam itu pasti memiliki handphone yang Android sehingga sudah ada aplikasi tersebut,” paparnya.
Mantan Ketua DPRD Bulungan ini meminta kepada pihak gereja agar memasang aplikasi PeduliLindungi ini. Hanya saja tidak mewajibkan jika para jemaat gereja ini tidak memiliki handphone yang Android.
“Termasuk gereja, tapi itu ada pengecualian karena tidak semua jemaat memiliki handphone yang Android. Tapi yang tidak punya tentu dengan cara manual berupa pengecekan suhu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







