benuanta.co.id, BULUNGAN – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I tahun ini fokus menangani beberapa ruas jalan, salah satunya pada ruas jalan batas Bulungan – Tanjung Selor, tujuannya untuk menambah kemantapan jalan dan meningkatkan nilai kondisi jembatan.
Kepala Satker PJN Wilayah I, Yudhi Gusriansyah melalui PPK 1.1 Provinsi Kaltara, Mezack Ruhulessin mengatakan untuk ruas batas Bulungan Tanjung Selor dikerjakan secara multi years.
“Pekerjaan preservasi Jalan Batas Bulungan Tanjung Selor ini akan berakhir di bulan April tahun 2023. Saat ini progresnya sudah 52 persen dari rencana progres,” ucapnya, Senin 14 November 2022.
Dia menjelaskan ada 2 tujuan dilaksanakan preservasi jalan ini, pertama perbaikan geometrik dan kedua peningkatan terhadap kondisi jalan eksisting yang sudah rusak.
Kata dia, perbaikan geometrik itu dilakukan karena ada lokasi-lokasi tertentu yang kondisi eksistingnya di mana kondisi kelandaiannya tidak memenuhi, sesuai standar geometrik yang dimiliki oleh Kementerian PUPR.
“Jumlahnya ada 10 lokasi yang kelandaiannya memenuhi, yakni di atas 12 persen standar geometrik yang kita miliki,” paparnya.
Dia menjelaskan selama ini kenyamanan dan keamanan kendaraan yang melalui jalan eksisting dengan kelandaian lebih 12 persen, itu tidak nyaman dan aman bagi pengendara.
“Sehingga sesuai program kami itu dilakukan perbaikan geometrik, jadi ada 10 titik dengan total panjang 3,11 kilometer yang di potong gunung tujuannya agar jalan kita lebih aman,” ujarnya.
“Paling tinggi gunung yang di potong itu ada di STA 20,9 ketinggiannya mencapai 15,9 meter yang diturunkan,” sambungnya.
Ketika jalan ini telah diperbaiki, maka jalan tersebut akan berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian yang ada di Provinsi Kaltara. Pasalnya akan terjadi kelancaran pengangkutan logistik antar provinsi dan daerah.
“Selama ini proses lalu lintas antar provinsi lancar baik dari arah Kaltim maupun Kaltara tidak ada masalah,” tuturnya.
Kendala yang sempat terjadi ketika turun hujan jalan menjadi licin karena permukaannya belum dilapisi aspal. Dimana anggaran yang dikucurkan untuk preservasi jalan ini sebesar Rp 118 miliar dengan panjang jalannya sekitar 11,6 kilometer. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : Nicky Saputra







