Kebun Raya Bulungan Disulap Jadi Kawasan Konservasi Tumbuhan Adat Kalimantan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Hutan Kota Bundahayati kini beralih status menjadi Kebun Raya Bulungan, hal itu setelah Pemerintah Kabupaten Bulungan telah melakukan kerjasama bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Luasnya sendiri mencapai 86,5 hektare yang berada di tengah kota Tanjung Selor.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan di dalam Kebun Raya diharapkan dapat menjadi lahan konservasi tumbuhan adat Kalimantan sesuai usulan tim dari BRIN.

Baca Juga :  Basarnas Siagakan Tim SAR di Tiga Titik Arus Mudik Tanjung Selor

“Pada 2023 ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan OPD terkait di Pemkab Bulungan, Bappeda dan Litbang menyusun rancangan peraturan daerah tentang kebun raya serta sayembara logo kebun raya,” ucap Syarwani kepada benuanta.co.id, Kamis 3 November 2022.

Lalu dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) alan melakukan pembersihan lantai bawah, identifikasi jenis vegetasi dan teknis registrasi serta database tanaman. Dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membuat DED kebun raya, jogging track, penataan area embung dan menuju Dinas Pariwisata serta kantong parkir.

Baca Juga :  Tahanan Polresta Bulungan Diberi Waktu Besuk Khusus saat Lebaran

“Kemudian di tahun 2024, Disdikbud, Disparpora dan Diskopindag UMKM Bulungan akan menambahkan program di kebun raya ini,” tuturnya.

Saat ini didalam kebun raya seluas 86,5 hektare ini telah dilaksanakan beberapa kegiatan oleh Pemkab Bulungan seperti pengisian embung dengan benih ikan, pembangunan taman pedestrian hingga pembukaan akses jalan tembus ke kantor Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulungan. (*)

Baca Juga :  Momen Mudik Lebaran, Pelabuhan Kayan II Mulai Dipadati Penumpang 

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *