Antisipasi Karhutla, Pemkab Bulungan Keluarkan Surat Edaran

benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan sebelumnya telah mewanti-wanti masyarakat, agar tidak melakukan pembakaran lahan yang berlebihan. Baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bulungan, Darmawan mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan telah mengeluarkan surat imbauan yang ditandatangani oleh Bupati Bulungan, untuk antisipasi kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di semua wilayah kecamatan di Bulungan.

“Bulan Juni 2022 lalu, Pemkab Bulungan sudah mengeluarkan surat edaran berkaitan karhutla, yang mana surat tersebut ditujukan kepada para camat dan semua kepala desa untuk ditindaklanjuti,” ujar Darmawan kepada benuanta.co.id, Selasa 23 Agustus 2022.

Baca Juga :  Hari Ketiga Lebaran Pantai Tanah Kuning-Mangkupadi Diserbu Wisatawan Lokal

Kata dia, di dalam surat edaran itu memuat peraturan untuk dipatuhi terlebih saat-saat ini telah memasuki musim kemarau. Sehingga semua pihak diminta untuk melakukan pengawasan dan menyampaikan kepada masyarakat dan perusahaan perkebunan yang ada di wilayahnya.

“Kami telah meminta camat dan kepala desa untuk melakukan pengawasan dan memberikan peringatan kepada masyarakat setempat, perusahaan yang bergerak dalam sektor pertanian dan perkebunan serta kepada warga transmigrasi agar melakukan upaya pengurangan risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan terlebih saat masuk kemarau,” jelasnya.

Baca Juga :  ASN Bolos Ditemukan Sidak Hari Pertama Kerja, Sanksi Keras Potong TPP

Seperti kasus Karhutla yang ditangani pada hari Senin 22 Agustus 2022, setidaknya ada 2 lokasi yang terbakar yakni lahan di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas sekitar 2 hektare dan di Desa Tengkapak Kecamatan Tanjung Selor, luas lahan yang terbakar mencapai 8 hektare.

“Kebakaran di Desa Tengkapak ini kejadiannya jam 11.00 siang. Lahan yang terbakar merupakan lahan PT Abdi Borneo, dimana ada beberapa warga yang membakar lahan sehingga api meluas,” tuturnya.

Baca Juga :  Lonjakan Arus Balik Penumpang DAMRI Tanjung Selor Diperkirakan Terjadi 28–29 Maret

Upaya yang dilakukan BPBD Bulungan bersama petugas lainnya melakukan groundcheck ke lokasi dan melakukan aksi pemadaman. Pemadaman cukup lama pasalnya ada beberapa kendala yang dihadapi petugas di antaranya wilayah yang berbukit dan dipenuhi semak belukar dan pepohonan.

“Topografinya berbukit dan akses ke TKP kebakaran, lahan sangat jauh dengan titik air, sehingga menyulitkan petugas dilapangan dalam pengendalian Karhutla tersebut,” tutupnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *