Pisau Turun Temurun di Bulungan Milik Keluarga Datu Perdana, Pernah Digigit Menteri Penerangan Harmoko

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kekayaan adat dan budaya yang dimiliki Kabupaten Bulungan sangat besar, salah satunya yang kerap dilaksanakan adalah adat tepung tawar. Acara ini selalu ada, untuk menyambut tamu kehormatan seperti tokoh masyarakat, pejabat, orang yang berjasa dan sebagainya.

Tepung tawar ini sendiri dimulai dengan menghamburkan beras kuning yang dilaksanakan oleh tuan rumah, lalu tamu ini menginjakkan kaki di batu asah, kemudian menggigit pisau dan meminum air menggunakan cangkir serta tamu ini ikut mengambil dan menghamburkan beras kuning.

“Semua prosesi adat tepung tawar ini memiliki makna, hambur beras ini artinya perlambang syukur sekaligus tolak bala melalui sedekah beras yang akan dimakan oleh makhluk Tuhan seperti ayam, burung, semut dan lain-lainnya,” ucap Pembina Tari Setara Bulungan, Sensuswati Datu Perdana kepada benuanta.co.id, kemarin.

Baca Juga :  Momen Mudik Lebaran, Pelabuhan Kayan II Mulai Dipadati Penumpang 

Kata dia, selain itu hambur beras juga berarti supaya wilayah Bulungan memiliki lahan pertanian yang subur. Makna meminum air memiliki arti ketenangan dan nyaman berada di Bulungan. Sedangkan gigit pisau artinya saat memimpin itu yang jujur, adil dan tajam seperti pisau.

“Untuk makna injak batu itu, supaya memimpin itu sekokoh batu hatinya. Semuanya itu merupakan adat turun temurun Kesultanan Bulungan,” tuturnya.

Baca Juga :  Basarnas Siagakan Tim SAR di Tiga Titik Arus Mudik Tanjung Selor

Setelah melakukan prosesi tepung tawar, tamu ini akan disambut dengan tari-tarian dimana penarinya mengenakan pakaian warna kuning. Sensuswati Datu Perdana mengatakan jika warna kuning ini merupakan warna khas yang dimiliki oleh Bulungan dalam hal ini Kesultanan Bulungan.

“Saya harapkan adat tepung tawar ini dilestarikan dan digunakan seterusnya jangan sampai pudar,” ujarnya

Ada yang unik dalam prosesi adat tepung tawar ini, pisau yang digunakan merupakan pisau dapur milik keluarga Datu Perdana secara turun temurun digunakan untuk menyambut tamu. Sensuswati menjabarkan pisau itu sudah puluhan pejabat negara yang menggigitnya.

Baca Juga :  Organisasi Mahasiswa Bulungan Suarakan Kasus Aktivis Andrie Yunus

“Pisau yang kami punya ini sudah 2 kali di gigit oleh bapak Presiden Jokowi. Bahkan mantan Menteri Penerangan pak Harmoko juga pernah digigit,” sebutnya.

Untuk diketahui, pisau ini digigit terakhir oleh Panglima Kodam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo saat berkunjung ke Tanjung Selor pada tanggal 27 Juli 2022. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *