benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten Bulungan mulai menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur. Pemerintah memprioritaskan bagi anak-anak yang ada di kawasan tersebut untuk mendapatkan pendidikan khususnya bahasa asing.
Pemerintah Kabupaten Bulungan sebelumnya telah melakukan kerjasama dengan Universitas Kristen Maranatha Bandung untuk mendirikan vokasi program bahasa mandarin, pembelajarannya dilakukan di Universitas Kaltara.
Namun dalam menjalankan program itu, Pemkab Bulungan tidak dapat berjalan tanpa adanya anggaran. Oleh karena itu, Pemkab Bulungan pun mengajukan proposal pendidikan vokasi program studi D-3 Bahasa Mandarin kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan Risdianto dalam rapat koordinasi (rakor) secara virtual yang dihadiri Kepala Bappeda dan Litbang Bulungan Iwan Sugiyanta, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jamaluddin Saleh dan Rektor Universitas Kaltara, Prof Abdul Jabarsyah.
“Kami mengajukan proposal pendidikan vokasi program studi D-3 Bahasa Mandarin sebesar Rp 9,9 miliar terdiri biaya utama perkuliahan selama 3 tahun dan biaya akomodasi, konsumsi dan penunjang perkuliahan selama 3 tahun untuk 80 peserta kepada Kemenko Marves,” ucap Risdianto kepada benuanta.co.id, Selasa (21/6/2022).
Pengajuan proposal ini bertujuan untuk percepatan realisasi Kawasan Industri Hijau di Kabupaten Bulungan melalui persiapan SDM dan alih teknologi. Kata dia, rakor ini menindaklanjuti Surat Bupati Bulungan kepada Menko Marver RI Nomor 421.9/1457/DISDIKBUD/II/2022 tanggal 25 Februari 2022 perihal Permohonan Bantuan Beasiswa Program D-3 Bahasa Mandarin serta membahas program vokasi Bahasa Mandarin di Universitas Kaltara.
“Jadi rincian proposal itu untuk 1 peserta sebesar Rp 52,3 juta dikali 80 peserta menjadi Rp 4,18 miliar, ditambah biaya akomodasi, konsumsi dan penunjang perkuliahan selama 3 tahun untuk 1 peserta sebesar Rp 72 juta dikali 80 peserta menjadi Rp 5,76 miliar,” sebutnya.
Mantan Kepala Bappeda Litbang Kaltara ini menjelaskan proposal diajukan dalam upaya peningkatan kapasitas SDM di Kabupaten Bulungan khususnya kemampuan berbahasa Mandarin. Sehingga mampu mendapatkan kesempatan dalam pemenuhan tenaga kerja yang cakap untuk kebutuhan industri di Kawasan Industri Hijau di Kabupaten Bulungan.
“Pengajuan proposal juga terkait salah satu program unggulan yaitu Mitra Bulungan Berdaulat Pendidikan Vokasi Program Studi D-3 Bahasa Mandarin berupa bantuan beasiswa D-3 mulai dari semester 1 hingga 6,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Matthew Gregori Nusa







