Aturan Sandal Jepit di Bulungan Masih Menunggu Petunjuk Korlantas Polri

benuanta.co.id, BULUNGAN – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengeluarkan imbauan untuk pengguna sepeda motor agar tidak memakai sandal jepit. Hal itu menimbulkan reaksi di kalangan masyarakat, hingga dinilai memberatkan.

Menanggapi hal itu Polres Bulungan menilai, maksud Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi bertujuan baik demi keselamatan pengendara.

“Imbauan itu pasti sebelumnya sudah ada kajian-kajian dari Korlantas. Intinya tujuan dikeluarkan aturan tersebut bukan untuk menyulitkan masyarakat,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar kepada benuanta.co.id, Jumat 17 Juni 2022.

Baca Juga :  Organisasi Mahasiswa Bulungan Suarakan Kasus Aktivis Andrie Yunus

Lanjutnya, imbauan itu justru untuk menjaga masyarakat agar aman. Kata dia, di Indonesia justru menerapkan berkeselamatan dalam berkendara cukup tinggi. Di beberapa negara ada yang tidak mewajibkan dan menerapkan penggunaan pelindung kepala atau helm.

“Tapi pendekatan kita, lebih bagus ditegur duluan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Kita banyak kasus kan, tidak pakai helm itu fatal,” tuturnya.

Baca Juga :  Tahanan Polresta Bulungan Diberi Waktu Besuk Khusus saat Lebaran

Oleh karena itu imbauan masyarakat tidak pakai sandal jepit saat mengendarai motor agar di patuhi. Mantan Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat ini ini menuturkan ada baiknya mencegah untuk meminimalisir.

“Hasil penelitian misalnya 40 kilometer per jam jatuh itu bisa fatal. Itu artinya fatal berarti kematian,” jelasnya.

Kebijakan itupun di Kabupaten Bulungan belum diterapkan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Korlantas Polri. Paling tidak setelah mendapatkan petunjuk akan ada sosialisasi terlebih dulu dan mengimbau masyarakat.

Baca Juga :  Tawur Kesanga di Bulungan Tandain Sambut Nyepi 1948 Saka

“Kami masih menunggu petunjuk teknisnya bagaimana. Tentunya nanti Satlantas mendapatkan arahan,”

Ronaldo menambahkan dalam aturan sendiri tidak mengenal jarak, baik dekat maupun jauh. Karena tidak ada yang dapat memastikan dekat itu dapat selamat dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pertanyaannya apakah jarak dekat atau jauh itu yang menentukan orang itu selamat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *