Peralihan Hutan Kota Bunda Hayati Menunggu Persetujuan BRIN

benuanta.co.id, BULUNGAN – Miliki potensi alam yang bisa menjadi pendapatan asli daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten Bulungan berupaya agar Hutan Kota Bunda Hayati yang ada di dalam Kota Tanjung Selor dijadikan Kebun Raya seperti yang ada di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan Ismail mengatakan lanjutan rencana pengembangan Hutan Kota Bunda Hayati menjadi kebun raya menunggu hasil keputusan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca Juga :  Banjir Sungai Kayan Perlahan Surut

“Kita masih menunggu hasil keputusan dari BRIN. Sebelumnya kita sudah melaksanakan studi pengembangan hutan kota bunda hayati menjadi kebun raya,” ungkap Ismail kepada benuanta.co.id, Kamis 12 Mei 2022.

Selain putusan peralihan, pihaknya juga tengah menunggu keputusan BRIN terkait kajian master plan termasuk Detail Engineering Design (DED) Hutan Kota Bunda Hayati.

Baca Juga :  Basarnas Siagakan Tim SAR di Tiga Titik Arus Mudik Tanjung Selor

“Dari kami tentang anggaran landscape hutan kota itu mencapai Rp 800 juta karena ada perbaikan,” sebutnya.

Kemudian di dalam pengembangan hutan kota tersebut, telah dikelola dan dikerjakan bersama-sama dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Bulungan.

“Itu dikerjakan kolaborasi karena SK yang ditetapkan pengerjaan ada 4 OPD yakni Dinas Kehutanan, PUPR, Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulungan,” tutur Ismali.

Baca Juga :  Sungai Kayan Meluap 3 Meter, Akses Jalan Long Beluah-Tanjung Selor Tertutup 

“Sementara kami dari pihak DLH, kegiatan yang masih terus berlangsung di Hutan Kota Bunda Hayati itu melaksanakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL),” tambahnya.

Dia menambahkan RHL ini penting karena juga memiliki peran untuk pembangunan konservasi tanah dan air. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *