benuanta.co.id, BULUNGAN – Polres Bulungan bertekad memberantas penyakit masyarakat (Pekat). Pasalnya, sebelum memasuki bulan puasa, kepolisian telah melaksanakan beberapa operasi, bahkan menemukan hasil yang berpotensi mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.
“Seminggu sebelum puasa, Kapolres Bulungan beserta jajaran telah turun ke lapangan untuk melakukan operasi pekat, dengan mendatangi THM dan kafe,” ungkap Wakapolres Bulungan Kompol Muhammad Husni kepada benuanta.co.id, Selasa 5 April 2022.
Kata dia, dari THM ini ditemukan beberapa fakta salah satunya tidak memiliki izin, kemudian adanya minuman keras (Miras) yang tidak memiliki izin edar. Sebagai efek jera barang ini pun diamankan Sebagai barang bukti.
“Kemudian para pemilik THM ini kita naikkan status tersangka berupa tidak memiliki izin,” jelasnya.
Kemudian yang menjadi atensi selanjutnya aksi balapan. Menurutnya, aksi ini sangat meresahkan masyarakat. Pasalnya, aksi ini kerap dilakukan saat subuh menjelang pagi. Selain itu, balapan liar sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Terutama pelakunya remaja dan anak muda, ini yang akan kita sasar,” ujarnya.
Mantan Kabag Ops Polres Bulungan ini menuturkan Polres Bulungan juga menurunkan personelnya selain beribadah salat tarawih juga bertugas menjaga keamanan dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sambil beribadah sambil melaksanakan pengamanan,” tuturnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bulungan IPTU Mhd Khomaini menyebutkan yang perlu di waspadai selama bulan puasa adalah peredaran uang palsu. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, terutama saat proses transaksi di keramaian.
“Imbauan juga bagi masyarakat pedagang, kadang kala penyebaran uang palsu juga bisa terjadi misalnya di penjual makanan minuman berbuka atau takjil. Saat desak-desakan aksi ini bisa berlaku,” tuturnya.
Hal itu lantaran, para pedagang telah sibuk melayani warga yang membeli sehingga tidak lagi mengecek keaslian uangnya.
“Pasti pedagang ini sudah tidak ingat untuk cek. Maka kita minta lebih waspada, sebelum terjadi kami ingatkan lebih dulu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







