Ratusan Rumah Terendam, BPBD Catat 2 Kecamatan Terendam Banjir

benuanta.co.id, BULUNGAN – Bencana alam berupa banjir kerap menghantui masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang aliran sungai. Pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan, banjir yang terjadi di Bulungan pada hari ini terdapat di 2 kecamatan.

“Banjir yang terjadi hari ini terdapat di Kecamatan Tanjung Palas Utara dan Kecamatan Sekatak. Untuk banjir di Tanjung Palas Utara itu di Desa Pimping terjadi sejak semalam,” ucap Plt Kepala Pelaksana BPBD Bulungan Darmawan kepada benuanta.co.id, Rabu 15 Desember 2021.

Tak sampai disitu sekitar pukul 15.00 wita banjir meluas di Desa Pimping khususnya di wilayah Sungai Uma. Peningkatan air Sungai Uma terus terjadi hingga menggenangi badan jalan Trans Kaltara.

Baca Juga :  Basarnas Siagakan Tim SAR di Tiga Titik Arus Mudik Tanjung Selor

“Untuk kendaraan masih tertahan, karena ketinggian air masih tinggi. Untuk pengendara motor bisa melintas namun menggunakan perahu,” jelasnya.

Dalam catatan BPBD Bulungan, banjir terjadi di beberapa desa di Kecamatan Sekatak diantaranya Desa Sekatak Buji ada 4 RT, Desa Kelembunan ada 3 RT, Desa Bekiliu, Desa Maritam,Desa Sekatak Bengara ada 2 RT, Desa Kelincauan, Desa Paruh Abang dan Desa Pentian.

Baca Juga :  Sungai Kayan Meluap 3 Meter, Akses Jalan Long Beluah-Tanjung Selor Tertutup 

“Kejadiannya sekitar pukul 16.27 wita banjir juga terjadi di Sekatak. Ini karena intensitas hujan yang cukup tinggi mengakibatkan meluapnya Sungai Bengara dan Sungai Sekatak dengan ketinggian 80-150 sentimeter dari pemukiman warga, ditambah arus pasang laut,” ujarnya.

Darmawan menyebutkan dampak banjir ini, rumah warga di Desa Bengara wilayah RT 1 dan 2  lebih kurang 100 unit rumah terendam. Air di dalam rumah sekitar 10 hingga 30 sentimeter di lantai rumah. Di Desa Kelembunan ada 4 rumah yang tenggelam, lalu di Desa Sekatak Buji yang terdampak ada 201 Kepala Keluarga.

Baca Juga :  Momen Mudik Lebaran, Pelabuhan Kayan II Mulai Dipadati Penumpang 

“Kondisi saat ini cuaca mendung berawan. Hujan sudah berhenti, tapi kondisi air masih naik atau bertambah dilokasi pemukiman. Warga mulai mengamankan kendaraan dan material kayu dan lainnya yang dimiliki di kolong rumah,” paparnya.

Dia menambahkan jika air terus naik, maka akan dilakukan pengevakuasian dengan membangun tempat pengungsian. Sembari membagikan paket sembako kepada warga terdampak.

“Rencana lokasi pengungsian jika air terus naik malam ini di gunung SMP,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *