TANJUNG SELOR – Bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam di Flores Timur, Lembata, Kupang, Malaka Tengah dan Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kerukunan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur ( KKB-NTT) Kabupaten Bulungan melaksanakan penggalangan sosial dan mendistribusikan paket bantuan berbagai jenis, salah satunya pakaian layak pakai dan uang tunai.
“Pengiriman barang dan uang tersebut merupakan bentuk peduli kemanusiaan atas korban bencana yang menerjang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur yang dilakukan pada hari Minggu 6 Juni 2021 kemarin,” ungkap Ketua Kerukunan Keluarga Besar (KKB) NTT Bulungan, Jefri Yohanes Ndun kepada benuanta.co.id, Selasa 8 Juni 2021.
Musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi pada Ahad 4 April 2021 lalu, menyebabkan terendamnya ratusan rumah warga dan korban jiwa.
“Bantuan yang dikirim ini tidak hanya mewakili Masyarakat NTT di Kaltara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat Kaltara secara luas,” ucapnya.
Kata dia, bantuan ini tak hanya secara formil tapi juga dalam bentuk materil. Pengiriman logistik tersebut memanfaatkan jalur laut menaiki kapal Pelni KM Bukit Siguntang.
“Tim relawan bantuan bencana NTT ini berangkat pada hari Senin kemarin diperkirakan tiba di Kota Kupang tanggal 12 Juni 2021, karena akan melewati beberapa pelabuhan seperti, Tarakan, Nunukan, Balikpapan, Makasar, Kupang dan Larantuka,” jelasnya.
Terpisah koordinator pengiriman Rusdianto menambahkan, jumlah barang yang dikirimkan melalui tim relawan bencana sebanyak 36 koli atau karung, diantaranya Bulungan ada 10 koli, Malinau ada 2 Koli, Tarakan ada 14 Koli, Nunukan ini merupakan bantuan khusus Gubernur dari dan dari tokoh-tokoh di Nunukan ada 10 Koli.
“Jadi dalam pengiriman bantuan tersebut dikawal masing-masing dua personil. Kalau tidak ada aral melintang tanggal 11 atau 12 Juni bapak Gubernur dan beberapa tokoh NTT di Kaltara rencana menuju kota Kupang (NTT). Untuk menyerahkan bantuan berupa uang dan pakaian layak pakai secara langsung kepada Pemprov Nusa Tenggara Timur,” tutupnya.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







