Lahan di KBM Tak Layak, Pembangunan Gedung DPRD Kaltara Digeser ke Kilometer 4

TANJUNG SELOR – Setelah melakukan monitoring lokasi pembangunan gedung DPRD Provinsi Kaltara di kawasan kota baru mandiri (KBM), Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum melihat kondisinya kurang layak, sehingga lokasi pembangunan gedung DPRD digeser ke bekas lahan pembangunan rumah sakit di Kilometer 4 Jalan Trans Kaltara.

Hari ini, Senin 24 Mei 2021, dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan kantor DPRD Kaltara. “Awal kita laksanakan pembangunan pondasi dan struktur bawah hingga pilarnya naik,” ungkap Zainal Arifin Paliwang kepada benuanta.co.id, Senin 24 Mei 2021.

Baca Juga :  Warga Long Bia Diduga Tenggelam di Sungai Kayan, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Dia menuturkan, pembangunan gedung DPRD ini berada di atas lahan 3 hektare. Dengan bangunan yang direncanakan setinggi 3 lantai, penganggarannya menggunakan sistem multi years. “Anggaran yang disiapkan sebanyak Rp 270 miliar dengan target penyelesaian dan bisa diresmikan akhir tahun 2022,” sebutnya.

Karena dimulai pada akhir Mei ini, dia menargetkan pembangunan gedung ini mencapai 25 persen tahun ini. Untuk selanjutnya tahun 2022 terus dikerjakan sampai selesai. “Dengan anggaran Rp 270 miliar itu pembangunan sudah selesai,” bebernya.

Baca Juga :  Penjual Petasan Musiman Mulai Marak di Tanjung Selor

Sebelumnya, Gubernur telah melaporkan kondisi lahan sebelumnya yang di KBM kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait kurang layaknya dilaksanakan pembangunan. Karena kontur tanahnya berlumpur dan gambut, sehingga lokasi pembangunan digeser ke Kilometer 4 yang telah matang dan siap dilakukan pembangunan.

“Bukan dipindah, hanya digeser lokasinya, karena yang namanya wilayah gambut itu tidak boleh membangun gedung pemerintah,” jelasnya.

“Jadi saya masuk itu baru di pinggir jalan sudah dalam, apalagi mundur lagi pasti lebih dalam. Kalau memang mau dilakukan pembangunan, maka lumpurnya harus dibuang dulu,” sambungnya.

Baca Juga :  Dishub Bulungan Antisipasi Lonjakan Penumpang Speedboat Jelang Lebaran 2026

Zainal menambahkan, untuk ornamen ataupun modelnya, dirinya menginginkan setiap bangunan pemerintah memperlihatkan ciri khas kearifan lokal. Sehingga pada gambar rencana gedung DPRD Kaltara kearifan lokal lebih ditonjolkan.

“Jadi ornamen depan seperti pilar itu harus ada gaya kearifan lokalnya, contoh ukiran. Karena ukiran di Kaltara itu ada ukiran Dayak, ukiran Bulungan dan ukiran Tidung,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *