TANJUNG SELOR – Peran kepolisian dalam pengalihan arus lalu lintas akibat pengerjaan Jembatan Jelarai cukup besar. Untuk itu Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltara mengambil andil besar agar perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar.
“Kami diundang untuk melakukan rakor kesiapan penutupan Jembatan Jelarai, ini langkah yang bagus dilakukan oleh PJN untuk pelaksanaan perbaikan. Intinya kami siap mendukung untuk pengalihan,” ungkap Kapolda Kaltara Irjen Pol Bambang Kristianto melalui Dir Lantas Polda Kaltara Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma kepada benuanta.co.id, Selasa 2 Februari 2021.
Dia mengatakan, akan ada 4 titik pos penjagaan yang disiapkan untuk ditempatkan personel di lapangan. Tugasnya untuk mengatur dan mengarahkan pengendara yang akan ke Tanjung Selor atau sebaliknya. Ditlantas Polda Kaltara juga melibatkan Polres Bulungan.
“Masing-masing titik ada 2 personel, mulai bertugas pukul 06.00 sampai 22.00. Bilamana diperlukan 24 jam kita akan turunkan juga,” sebutnya.
Nantinya juga akan disiapkan rambu-rambu lalu lintas, baik sifatnya rambu informasi, rambu penunjuk jalan dan rambu peringatan terkait batas kecepatan. Ini penting bagi pengguna jalan agar bisa mencapai tujuan dengan selamat.
“Pada saat trial traffic besok baru kita tentukan berapa batas kecepatan kendaraan apakah 30 atau 40 Km/jam. Karena jalan pada malam hari sangat gelap, tentu saat terik pun jalan berdebu,” jelas Romdhon-begitu disapa.
“Kita tidak harapkan debu dari kendaraan roda empat berdampak pada roda dua. Ini akan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” sambungnya.
Pihaknya juga akan melaksanakan rekayasa lalu lintas, ada beberapa jalan akan diberlakukan satu arah seperti Jalan Manggis. Hal ini dilakukan karena Jembatan Meranti memiliki turunan yang cukup tinggi, cenderung kecepatan kendaraan tinggi dan daya cengkeram rem kurang.
“Jangan sampai ada laka lantas, makanya Jalan Manggis kita sarankan untuk ditutup jadi 1 arah yang melingkar menuju Jalan Kolonel Sutadji,” ujarnya.
Dirinya berharap kepada masyarakat di sekitar jembatan untuk memaklumi dan mendukung perbaikan jembatan. Karena ini bertujuan untuk keberlangsungan hidup kedepan.
“Kepada pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan, tidak mengemudikan atau menghindari berjalan pada malam hari di Jalan Meranti,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : M. Yanudin







