TANJUNG SELOR – Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Provinsi Kaltara melaksanakan rapat koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltara, Dinas Perhubungan, camat, kepala desa, serta pihak terkait. Ini dalam rangka rencana penutupan Jembatan Jelarai.
“Sudah kita bahas bersama terkait pelaksanaan perbaikan pengerjaan oprit Jembatan Jelarai. Kita sampaikan pengerjaan tidak seluruh bentang jembatan, hanya oprit dari arah Tanjung Selor sekitar 60 meter,” ungkap Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Provinsi Kaltara, Andi Nugroho Jati kepada benuanta.co.id, Selasa 2 Februari 2021.
Kata dia, ada kerusakan pada oprit jembatan yang mengakibatkan penurunan jalan. Jika tidak mendapatkan penanganan segera, maka bisa berakibat fatal. Terlebih Jembatan Jelarai ini adalah akses utama menuju Ibukota Kaltara.
“Jadi di situ ada penurunan akibat settlement tanah. Oleh dari itu kami dari Kementerian Pekerjaan Umum dari Satker PJN 1 Kaltara melaksanakan perbaikan oprit pada jembatan tersebut,” jelasnya.
Andi mengatakan, target pengerjaan jembatan ini sebelum lebaran Idulfitri 2021 sudah selesai. Untuk pengerjaannya sendiri harus segera dilaksanakan. Dari hasil diskusi, saat pengerjaan jembatan tidak bisa dilalui kendaraan dulu, sehingga mobilitas warga dialihkan.
“Kita alihkan karena harus safety dari lalu lalang masyarakat. Sudah kita cek arus pengalihan melalui simpang Buluh Perindu menuju ke Jalan Meranti, baik dari arah Malinau maupun Berau,” ucapnya.
Untuk pengerjaan perbaikan jembatan akan dimulai pada Ahad 7 Februari 2021. Sedangkan penutupan jembatan akan dimulai pada tanggal 3 Februari 2021, dengan sistem simulasi terlebih dahulu agar masyarakat paham jika di jembatan tersebut akan ada perbaikan.
“Besok kita sudah mulai melakukan Trial Traffic atau simulasi dulu seakan-akan sudah ada pengerjaan. Dari situ nanti kita melihat jika ada kekurangan maka segera diperbaiki,” ujar Andi.
Untuk diketahui, pengerjaan jembatan ini menggunakan dana APBN sebesar Rp 11,8 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Karya Indah Permata. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : M. Yanudin







