Dikatai Anak Geng Tapi Gak Punya Motor, 2 Remaja Nekat Mencuri Demi Gaya-gayaan

TANJUNG SELOR – Karena ingin tampil keren di mata teman-temannya, dua remaja harus berurusan dengan polisi. Pasalnya telah melakukan aksi pencurian motor, lalu di preteli hingga berubah dari bentuk aslinya.

“Yang dicuri adalah motor honda beat warna hitam, yang terparkir di tambangan penyeberangan Tanjung Selor Tanjung Palas,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Belnas Pali Padang melalui Kanit Resum Sat Reskrim Polres Bulungan IPDA Faizal Anang Satria kepada benuanta.co.id, Rabu 6 Januari 2021.

Kata dia, korban saat itu memarkirkan motornya di tambangan kemudian di tanggal 23 Desember 2020 sekira pukul 07.30 wita hendak berangkat kerja, motornya sudah tidak ada di parkiran. Akhirnya korban melapor ke polisi, lalu ditindaklanjuti oleh Tim Resmob dan melaksanakan penyelidikan.

“Tim Resmob penyelidikan di sekitar Tanjung Selor, menurut info ada kumpulan anak-anak atau geng di bawah umur. Kita curiga di mana anak ini mendapatkan sepeda motor, sedangkan kemampuan membeli tidak ada,” ujarnya.

Saat ditemukan motor itu sudah tidak utuh lagi, bentuknya sudah berantakan. Warna cat awalnya hitam kini sudah berubah warna abu-abu. Setelah nomor rangka dicek, sama persis dengan yang dilaporkan korban. Maka dua anak remaja bernama VK (14) dan RS (15) diangkut ke Mako Polres Bulungan.

“Saat ditemukan motor sudah berantakan atau dipreteli dari hitam jadi abu-abu, tanpa kap depan,” bebernya.

“Kita tangkap di Jalan Rambutan beberapa hari lalu saat mereka kumpul-kumpul. Pertama kita amankan RS, katanya cuma membongkar yang ambil si VK,” sambungnya.

Didapati keterangan yang mengambil motor Beat itu adalah VK dan yang membongkarnya adalah RS, awalnya VK tidak mengakui perbuatannya, karena temannya sudah diamankan akhirnya mengaku. Kepada polisi, VK mengaku sudah lama menginginkan motor sendiri. Karena kemampuan ekonomi rendah akhirnya nekat melakukan pencurian.

“Sebenarnya untuk gaya-gayaan, VK kepikiran dengan ucapan temannya katanya anak geng tapi tidak punya motor,” ucap Faizal.

Karena keduanya masih di bawah umur, maka proses yang harus dijalankan melalui proses diversi, diberikan pemahaman untuk tidak mengulangi perbuatannya. Korban memberikan maaf dan kedua anak ini diawasi langsung oleh kedua orangtuanya.

“Karena masih anak di bawah umur makanya kita diversi saja. Prosesnya beda dengan pidana umum,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor : M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *