Kondisi Jembatan Gantung di Desa Tanjung Buka Kian Memprihatinkan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kondisi jembatan gantung di Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), semakin memprihatinkan. Jembatan kayu yang menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari itu kini dikeluhkan warga karena dinilai sudah tidak layak digunakan.

Jembatan yang menghubungkan SP2, SP7 hingga sejumlah SP lainnya tersebut diperkirakan sudah berusia sekitar 20 tahun. Kondisinya kini semakin mengkhawatirkan, mulai dari papan kayu yang sudah menua hingga tiang dan kabel penyangga yang dikhawatirkan tidak lagi kuat menahan beban.

Meski kondisinya semakin rusak, jembatan itu masih menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat. Warga yang ingin beraktivitas harus tetap melewatinya, meskipun merasa khawatir dengan keselamatan mereka.

Kondisi ini tentu bukan persoalan sepele. Sebab, jembatan tersebut menjadi penghubung antarpermukiman yang digunakan warga setiap hari. Jika kondisinya terus dibiarkan, masyarakat harus terus menghadapi risiko saat melintas.

Baca Juga :  Dilaporkan Dugaan Ijazah Palsu, LB Sebut Tunggu Hasil Penyelidikan

Risikonya semakin besar ketika air sungai pasang. Jembatan yang kerap terendam air membuat papan kayu menjadi licin dan membahayakan warga, terutama pengendara sepeda motor yang melintas.

Belum lagi sungai di kawasan Tanjung Buka yang dikenal memiliki buaya dan beberapa kali terlihat muncul. Kondisi itu membuat warga semakin khawatir ketika harus memilih jalur penyeberangan menggunakan perahu.

Salah seorang warga Tanjung Buka, Christin, mengatakan kondisi jembatan saat ini sudah tidak memadai untuk terus digunakan. Padahal, banyak masyarakat yang masih bergantung pada akses tersebut, khususnya warga SP5, SP7 dan SP8.

“Betul, jembatan itu sudah tidak memadai lagi jika terus digunakan. Kasihan warga yang betul-betul bergantung menggunakan akses jembatan tersebut sehari-hari, jadi terganggu aktivitasnya,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga :  Bupati Bulungan Geram! ASN Tidak Disiplin di Upacara Hari Jadi Daerah

Menurutnya, kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan membuat sebagian warga memilih menggunakan transportasi air untuk menyeberang dari satu SP ke SP lainnya. “Iya, karena sudah tidak memadai itu jadi mayoritas warga sering lewat air,” katanya.

Warga yang memilih menggunakan perahu tentu memiliki pertimbangan tersendiri. Mereka harus mencari cara lain agar tetap bisa beraktivitas, karena jembatan yang seharusnya memudahkan perjalanan justru menimbulkan kekhawatiran.

Keluhan mengenai kondisi jembatan ini juga ramai disampaikan warga melalui media sosial. Salah seorang pengguna akun bernama Dasrun mengaku jembatan tersebut sudah sangat bergoyang ketika dilewati.

“Ngeri memang jembatan gantung itu, aku kemarin lewat 3 motor goyang-goyang kayak mau terlempar jembatan SP7, SP2,” tulisnya.

Baca Juga :  Polisi Sita 70 Paket Sabu dan Dua Pelaku di Mangku Padi Bulungan

Komentar lainnya disampaikan Nanda yang berharap jembatan tersebut segera diperbaiki. Ia menilai kondisi jembatan sudah semakin membahayakan masyarakat yang melintas.

“Semoga cepat di perbaiki jembatannya, Soalnya setiap mau lewat di situ nyawa taruhannya, belum lagi sekarang udah parah miring sudah tiangnya,” tulisnya.

Keluhan warga tersebut menunjukkan kondisi jembatan bukan hanya menjadi persoalan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat.

Apalagi, kerusakan jembatan sudah terlihat dan warga mengaku khawatir saat melintas. Jika memang kondisinya sudah tidak memadai, perbaikan tentu perlu segera mendapat perhatian agar masyarakat tidak terus dihantui rasa takut ketika menggunakan akses tersebut.(*)

Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina