benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 di Kabupaten Bulungan mulai digelar untuk jenjang SD dan SMP. Ini menjadi pelaksanaan perdana untuk dua jenjang tersebut, dengan ribuan siswa ikut serta.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan, Suparmin, menyebut jumlah peserta TKA tahun ini cukup besar dan tersebar di banyak sekolah.
“Untuk SMP itu 2.615 peserta didik, tersebar di 71 satuan pendidikan. Kalau SD, ada 3.138 peserta didik yang tersebar di 145 satuan pendidikan,” ujar Suparmin, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP berlangsung mulai 6 hingga 16 April 2026, yang dibagi dalam beberapa gelombang dan sesi setiap harinya.
“Dibagi jadi empat gelombang, kemudian dalam satu hari ada beberapa sesi, tergantung sekolah yang memilih,” jelasnya.
Karena baru pertama kali dilaksanakan untuk SD dan SMP, hasil TKA tahun ini belum bisa dibandingkan. Pemerintah daerah masih menunggu hasil resmi yang dijadwalkan keluar pada Mei mendatang.
“Ini baru pertama kali, jadi kita belum bisa lihat naik atau turun. Kita tunggu hasilnya nanti tanggal 24 Mei, mudah-mudahan hasilnya baik,” katanya.
Meski secara umum pelaksanaan berjalan lancar, Suparmin mengakui ada beberapa kendala yang dihadapi di lapangan, terutama terkait jaringan internet dan cuaca.
“Yang kita khawatirkan itu jaringan. Apalagi kalau cuaca hujan, kadang jaringan terganggu. Tapi sampai hari kedua ini Alhamdulillah masih lancar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika terjadi gangguan seperti peserta terputus saat mengerjakan, sistem tetap memberi kesempatan untuk melanjutkan tanpa mengurangi waktu.
“Kalau anak sempat keluar karena jaringan, mudah-mudahan bisa masuk lagi dan waktunya tidak terpotong,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Utara, Maimun Rizal, mengatakan TKA bertujuan untuk memetakan kemampuan akademik siswa, bukan sebagai penentu kelulusan.
“Tujuan dari TKA ini untuk pemetaan kemampuan siswa. Jadi kita bisa lihat kondisi mereka seperti apa dan apa yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tantangan siswa, terutama dalam mata pelajaran matematika yang dinilai masih cukup sulit karena berbasis soal cerita.
“Matematika sekarang bukan sekadar hitung-hitungan, tapi soal cerita. Jadi literasi dan pemahaman siswa harus ditingkatkan,” ujarnya.
Menurutnya, hasil TKA nantinya bisa dimanfaatkan sebagai salah satu jalur prestasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Kalau nilainya bagus, itu bisa jadi salah satu pertimbangan untuk masuk ke sekolah favorit melalui jalur prestasi,” katanya.
Dari sisi pengawasan, pelaksanaan TKA tahun ini disebut lebih ketat dibanding sebelumnya, karena melibatkan pemantauan berlapis hingga menggunakan kamera.
“Sekarang pengawasannya berlapis, dari dinas sampai kementerian, bahkan dipantau melalui kamera,” ucapnya.
Di sisi lain, Kepala BPMP Provinsi Kalimantan Utara, Adrianus Hendro Triatmoko, menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar di seluruh daerah.
“BPMP bersama dinas pendidikan terus mengawal pelaksanaan TKA, mulai dari persiapan sampai pelaksanaan agar berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ia mengakui masih ada tantangan di daerah tertentu, terutama terkait keterbatasan sarana dan jaringan internet.
“Di beberapa wilayah ada sekolah yang belum punya jaringan, sehingga harus bergabung dengan sekolah lain yang fasilitasnya lebih lengkap,” katanya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk penyedia listrik dan jaringan.
“Kami sudah berkoordinasi, termasuk dengan PLN, untuk memastikan pelaksanaan TKA ini berjalan lancar,” tutupnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







