benunta.co.id, BULUNGAN — Fenomena El Nino yang dijuluki ‘Godzilla’ disebut tidak berdampak signifikan terhadap kondisi cuaca di Kalimantan Utara (Kaltara).
Hal itu disampaikan Forecaster BMKG Tanjung Harapan, Silvy, saat menjelaskan dinamika atmosfer yang terjadi belakangan ini.
Menurut Silvy, fenomena El Nino memang tengah aktif dan diperkuat oleh Indian Ocean Dipole (IOD). Namun, pengaruhnya terhadap pembentukan cuaca di Kaltara relatif kecil.
“Yang lebih berpengaruh di wilayah ini justru ENSO, tetapi dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap kondisi lokal,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, secara klimatologis wilayah Kaltara, termasuk Tanjung Selor, tidak berada dalam zona musim. Wilayah ini masuk kategori ekuatorial yang tidak mengenal musim kemarau maupun musim hujan secara tegas seperti di Pulau Jawa atau Sumatera.
Kondisi cuaca panas yang dirasakan masyarakat dalam sepekan terakhir, kata Silvy, lebih dipengaruhi faktor lokal. “Biasanya terjadi pola panas pada pagi hingga siang hari, lalu berpotensi hujan pada sore atau malam. Itu masih kondisi normal,” kata dia.
Untuk periode 10 hari ke depan, BMKG memperkirakan potensi hujan masih akan terjadi di sejumlah wilayah Kaltara. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi di Tanjung Selor, Tanjung Palas, Malinau, Nunukan, hingga Tarakan.
Silvy mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir. Meski fenomena El Nino tengah berlangsung secara global, ia menegaskan dampaknya terhadap cuaca di Kaltara tidak dominan.
“Suhu maksimum sempat mencapai 36 derajat Celsius, namun secara umum masih berada dalam kisaran normal sekitar 33 derajat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







