benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kondisi cuaca di Kabupaten Bulungan hingga April 2026 masih didominasi musim hujan. Hal ini disampaikan oleh Forecaster On Duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bulungan, Zenia, yang menyebut sebagian besar wilayah Bulungan belum memasuki musim kemarau.
“Kalau untuk Bulungan masih masuk di musim hujan sih,” kata Zenia saat dikonfirmasi, Senin (6/6/2026).
Ia menjelaskan, dari beberapa wilayah di Bulungan, hanya Tanjung Palas Timur yang diprediksi akan lebih dulu memasuki musim kemarau. Namun, waktu terjadinya diperkirakan baru berlangsung pada minggu kedua Juni 2026.
“Tanjung Palas Timur diprediksi untuk musim kemarau masuk di Juni minggu kedua,” ujarnya.
Meski begitu, kondisi musim kemarau di wilayah tersebut diprediksi tidak akan berlangsung ekstrem. Menurutnya, kemarau yang terjadi cenderung normal seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk musim kemarau yang diprediksi terjadi di Tanjung Palas Timur itu akan berpeluang normal. Jadi seperti musim kemarau pada umumnya, tidak lebih kering,” jelasnya.
Sementara itu, untuk wilayah lain di Kabupaten Bulungan, Zenia memastikan masih akan mengalami musim hujan yang cukup panjang. Bahkan, secara umum wilayah Kalimantan Utara dikenal memiliki karakteristik hujan sepanjang tahun.
“Kalau di daerah lain di Kabupaten Bulungan masih mengalami musim hujan sepanjang tahun,” katanya.
Terkait kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah, seperti panas terik yang tiba-tiba disusul hujan, Zenia menegaskan hal tersebut merupakan fenomena yang normal terjadi di wilayah Bulungan. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis yang banyak dikelilingi perairan, seperti sungai dan laut.
“Kalau misalnya panas tiba-tiba hujan itu normal, karena kita dikepung oleh wilayah air, sungai. Jadi kita dapat suplai angin darat dan laut yang membawa awan konvektif penghasil hujan,” terangnya.
Dengan kondisi tersebut, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan air maupun banjir, terutama saat curah hujan meningkat dalam beberapa hari.
Selain itu, BMKG juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya menjaga kebersihan saluran air atau irigasi agar tidak tersumbat.
“Imbauan khusus lebih ke menjaga saluran irigasi, supaya tidak terjadi banjir ataupun genangan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







