benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel masih berlangsung dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan jemaah haji Indonesia, termasuk dari Kalimantan Utara (Kaltara).
Meski begitu, pemerintah memastikan keberangkatan jemaah haji asal Kaltara tetap berjalan sesuai jadwal.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhajum) Kaltara, H Muhammad Saleh mengatakan, hingga saat ini persiapan jemaah haji sudah hampir selesai.
“Persiapan kita sudah sekitar 95 persen. Saat ini tinggal menunggu proses pemberangkatan menuju Embarkasi Balikpapan,” ujarnya, Ahad (29/3/2026).
Ia menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk pembinaan melalui kegiatan manasik haji di masing-masing daerah. “Jemaah sudah dibekali melalui manasik, jadi diharapkan mereka siap, baik secara fisik maupun mental,” jelasnya.
Berdasarkan jadwal, jemaah haji Kaltara akan dibagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 7 dan kloter 8. “Kloter 7 dijadwalkan berangkat ke Madinah pada 6 Mei, sedangkan kloter 8 pada 7 Mei,” katanya.
Sebelum berangkat, jemaah akan terlebih dahulu masuk ke asrama haji. “Masuk asrama dijadwalkan mulai 4 Mei dan resmi masuk pada 5 Mei,” tambahnya.
Terkait kondisi di Timur Tengah, ia menegaskan hingga kini belum ada perubahan kebijakan dari pemerintah pusat. “Belum ada surat resmi terkait penundaan, jadi semua masih sesuai jadwal,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para jemaah agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas. “Kami minta jemaah tetap tenang dan fokus mempersiapkan ibadah,” tutupnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







