benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kasus penyakit campak di Kabupaten Bulungan dalam beberapa bulan terakhir mengalami perubahan jumlah yang tidak menentu. Rumah Sakit Daerah dr. H. Soemarno Sosroatmodjo (RSDSS) Tanjung Selor mencatat adanya kenaikan pasien sejak awal tahun 2026.
Direktur RSDSS, Widodo Darmo Sentoso, menyampaikan pada Januari terdapat 11 pasien campak. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 14 pasien di Februari, dan kembali naik menjadi 16 pasien pada Maret.
“Kalau dilihat, memang jumlahnya sempat naik. Tapi saat ini sudah mulai menurun,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Kondisi tersebut masih tergolong normal. Pasalnya, campak merupakan penyakit yang sering muncul pada waktu tertentu atau bersifat musiman. Selain itu, penularannya juga cukup cepat karena bisa menyebar melalui udara.
“Campak ini mudah menular. Kalau ada satu kasus, bisa cepat menyebar ke orang lain,” jelasnya.
Meski sempat mengalami peningkatan, pihak rumah sakit menyebut jumlah kasus biasanya akan menurun setelah melewati masa puncak.
Hal ini sering terjadi pada penyakit campak.
Lebih lanjut, Widodo mengatakan campak umumnya bisa sembuh dengan sendirinya, terutama pada pasien yang memiliki daya tahan tubuh yang baik. Namun, tetap ada risiko jika tidak ditangani dengan benar, khususnya pada anak-anak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Salah satu langkah pencegahan yang penting adalah melengkapi imunisasi anak serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami harap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan memastikan anak-anak sudah mendapatkan imunisasi,” tutupnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







