Basarnas Siagakan Tim SAR di Tiga Titik Arus Mudik Tanjung Selor

benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bulungan menyiagakan personel serta armada di sejumlah titik strategis di Tanjung Selor menjelang arus mudik Lebaran 1447/2026 Hijriah.

Kepala Unit Siaga SAR Bulungan Yuhan mengatakan, kehadiran Basarnas di Tanjung Selor tergolong baru setelah unit tersebut resmi beroperasi pada Oktober 2025. Tahun ini menjadi pertama kalinya Basarnas Bulungan secara penuh terlibat dalam pengamanan arus mudik Lebaran.

“Basarnas baru mulai bertugas di Tanjung Selor pada Oktober 2025. Jadi untuk siaga Lebaran tahun ini merupakan yang pertama kami lakukan di wilayah ini,” kata Yuhan (16/3/2026).

Baca Juga :  Momen Mudik Lebaran, Pelabuhan Kayan II Mulai Dipadati Penumpang 

Dalam pengamanan arus mudik, Basarnas memantau tiga titik utama yang menjadi jalur mobilitas masyarakat. Ketiga lokasi tersebut yakni Bandara Tanjung Harapan, Pelabuhan Kulteka, dan Pelabuhan Kayan II.

Menurut Yuhan, pihaknya juga telah menyiapkan armada pendukung untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi darurat, khususnya di wilayah perairan.

“Untuk armada yang kami siagakan ada satu unit perahu karet dan satu unit kendaraan operasional untuk mendukung kesiapsiagaan tim,” sebutnya.

Kehadiran Basarnas di Tanjung Selor, kata dia, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kecelakaan, terutama karena wilayah tersebut didominasi jalur transportasi perairan.

Baca Juga :  Penjual Petasan Musiman Mulai Marak di Tanjung Selor

“Permintaan dari pemerintah juga karena kondisi wilayah Tanjung Selor yang banyak menggunakan jalur perairan, sehingga keberadaan Basarnas sangat dibutuhkan,” katanya.

Meski demikian, ia berharap tidak terjadi insiden selama masa arus mudik Lebaran. Namun tim SAR tetap disiagakan penuh di lapangan. “Kami tentu berharap tidak ada kejadian. Tetapi walaupun tidak ada kecelakaan, kami tetap berjaga dan bersiaga,” ujar Yuhan.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan di lapangan, tinggi gelombang di perairan sekitar Tanjung Selor mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Kayan.

Baca Juga :  Sungai Kayan Meluap 3 Meter, Akses Jalan Long Beluah-Tanjung Selor Tertutup 

“Untuk tinggi gelombang saat ini berkisar antara 0,5 hingga satu meter,” kata Yuhan.

Ia menilai kondisi tersebut masih perlu diwaspadai oleh para pengguna transportasi air. Oleh karena itu, Basarnas menyiagakan armada air sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat di perairan.

“Ini salah satu alasan kami menyiagakan armada air untuk mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama aktivitas pelayaran,” tutupnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *