benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Menjelang Hari Raya Idulfitri, pedagang petasan dan kembang api mulai bermunculan di kawasan Pasar Induk Tanjung Selor.
Berbagai jenis petasan dijual kepada masyarakat, mulai dari kembang api berukuran kecil hingga petasan dengan daya ledak yang lebih besar.
Lapak-lapak penjualan petasan tersebut terlihat mulai ramai di area pasar. Para pedagang memanfaatkan momentum Ramadan dan menjelang Lebaran yang identik dengan tradisi menyalakan petasan dan kembang api, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.
Salah seorang pedagang petasan di kawasan pasar, Sherly, mengatakan dirinya hanya berjualan pada momen-momen tertentu dalam setahun. Biasanya ia membuka lapak saat bulan Ramadan, menjelang Idulfitri, dan juga saat perayaan Tahun Baru.
“Iya saya menjual saat hari tertentu saja, seperti saat bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri di momen tertentu,” ujarnya saat ditemui, Jumat (13/3/2026).
Meski mulai banyak pedagang yang berjualan, Sherly mengaku minat pembeli tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya. Menurutnya, hingga saat ini jumlah pembeli yang datang masih tergolong sepi.
“Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, tahun ini agak sepi. Tidak seperti tahun lalu yang pembelinya lebih banyak,” katanya.
Ia menambahkan, pembeli yang datang ke lapaknya saat ini mayoritas merupakan anak-anak. Mereka biasanya mencari kembang api kecil yang lebih aman dimainkan dan memiliki harga yang terjangkau.
“Yang datang membeli kebanyakan anak-anak. Biasanya mereka cari kembang api jenis pop-pop atau petasan korek yang bunyi saat dilempar,” jelas Sherly.
Jenis petasan tersebut menjadi salah satu yang paling diminati karena harganya murah dan mudah dimainkan. Dalam satu kotak pop-pop biasanya dijual dengan harga sekitar Rp5.000.
“Yang paling sering anak-anak ambil itu pop-pop, yang dilempar lalu berbunyi. Harganya sekitar Rp5.000 per kotak,” tambahnya.
Meski momen Lebaran masih beberapa hari lagi, Sherly mengaku belum bisa memastikan apakah penjualan akan meningkat. Ia menilai situasi tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya sudah mulai ramai pembeli sejak awal Ramadan.
“Kurang tahu juga ya apakah nanti akan ramai atau tidak, karena tahun ini terasa sepi, tidak seperti tahun sebelumnya,” pungkasnya.(*)
Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina







