benuanta.co.id, BULUNGAN – Adanya dugaan terkait dengan beras opolasan antara jenis beras premium dan medium di pasaran, masyarakat diharapkan untuk lebih cermat dalam membeli beras.
Kepala Perum Bulog Cabang Bulungan Oktavianur, menjelaskan kepada terdapat perbedaan mendasar antara kualitas beras premium dan medium yang perlu diketahui masyarakat.
“Untuk beras medium, derajat sosohnya minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen, dan kadar menir maksimal 2 persen. Sedangkan beras premium, derajat sosohnya juga minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen, namun kadar menirnya harus 0 persen. Itu berdasarkan data dari Bappenas,” katanya, Ahad (20/7/2025).
Terkait dengan distribusi beras Bulog kepada warga Kaltara dan potensi pengoplosan, Oktavianur menegaskan pihaknya telah mendapatkan izin penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sejak pekan lalu. Proses pengemasan ulang atau re-break dilakukan langsung di Gudang Bulog.
“Iya, proses re-break dari kemasan 50 kilogram ke 5 kilogram dilakukan di gudang kami. Penyalurannya pun dibatasi, yaitu melalui pedagang eceran pasar, Koperasi Merah Putih, outlet binaan pemerintah, serta kegiatan pasar murah,” jelasnya.
Untuk pembelian maksimal dari Bulog ditetapkan sebesar 2 ton. Di tingkat konsumen akhir, pembelian dari pengecer dibatasi maksimal 2 pack atau 10 kilogram. Ia juga menegaskan bahwa beras oplosan yang berasal dari Bulog dipastikan tidak ada.
“Dari Bulog kami pastikan tidak ada beras oplosan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ikke
Editor: Yogi Wibawa







