benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan mencatat, inflasi year on year (yoy) pada Juni 2025 sebesar 0,31 persen. Hal tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat.
Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2024 sebesar 105,33 naik menjadi 105,39 pada Juni 2025. Tingkat inflasi month to month (mtm) tercatat sebesar 0,06 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) sebesar 0,20 persen.
“Inflasi year on year dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,69 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,11 persen, serta kelompok kesehatan yang naik 1,00 persen,” katanya, Senin (7/7/2025).
Lanjut, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran naik 0,94 persen, pakaian dan alas kaki 0,27 persen, pendidikan 0,18 persen dan perumahan, air, listrik serta bahan bakar rumah tangga naik 0,08 persen.
“Tetapi, beberapa kelompok pengeluaran mengalami deflasi. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga tercatat turun 2,20 persen, kelompok transportasi turun 2,11 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya turun 0,31 persen, serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan turun 0,19 persen,” jelasnya.
Dijelaskan, komoditas yang paling dominan mendorong inflasi yoy antara lain emas perhiasan, ikan bandeng, kopi bubuk, bawang merah, sigaret kretek mesin (SKM), minyak goreng, terong, sepeda motor dan gula pasir.
Sementara komoditas yang memberikan sumbangan deflasi di antaranya angkutan udara, daging ayam ras, beras, cabai rawit, udang basah, bayam, dan bensin.
“Secara month to month, komoditas yang memberi sumbangan inflasi terbesar pada Juni 2025 adalah angkutan udara, ikan tongkol, sabun detergen bubuk, semangka, jeruk nipis, ayam hidup, tisu, dan pembersih lantai. Adapun komoditas yang menyumbang deflasi antara lain cabai rawit, ikan bandeng, bawang merah, bayam, kangkung, tempe, tomat, minyak goreng dan telur ayam ras,” tuturnya.
Kemudian, dari sisi pengeluaran, kelompok yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi yoy adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta makanan, minuman, dan tembakau, masing-masing sebesar 0,31 persen.
Sementara kelompok transportasi menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil minus 0,30 persen.
“Kami akan terus memantau perkembangan harga-harga di lapangan agar informasi yang disampaikan selalu akurat dan menjadi dasar penting bagi pengambilan kebijakan daerah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ikke
Editor: Yogi Wibawa







