Bulog Tarakan Salurkan 4 Ton Beras di GPM, Siapkan Minyak dan Gula untuk 24 Agustus

benuanta.coid, TARAKAN – Perum Bulog Tarakan bersama Polres Tarakan menyalurkan 4 ton beras medium dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Tarakan.

Kepala Bulog Tarakan, Sri Budi Prasetyo mengatakan, awalnya pihaknya hanya membawa 2 ton beras untuk kegiatan tersebut. Namun karena tingginya permintaan, tambahan 1 ton kembali didatangkan. “Kalau diperlukan lagi, kami siap menambah,” ujarnya.

Harga beras yang dijual sebesar Rp60 ribu per karung ukuran 5 kilogram. Sri menjelaskan, harga tersebut masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp65.500. Perbedaan harga dengan GPM di kelurahan yang pernah menjual Rp55 ribu per karung disebutnya dipengaruhi oleh biaya operasional yang dikeluarkan penyelenggara.

Baca Juga :  Stok Ayam Beku Selama Ramadan di Tarakan Aman

Ia menambahkan, beberapa instansi bisa menjual beras lebih murah karena adanya subsidi, seperti pada GPM yang digelar Pemkot atau lembaga lain. Untuk kegiatan bersama Polres Tarakan, dukungan personel Polri membantu mengurangi biaya penjualan.

Bulog Tarakan juga tengah memperluas titik penjualan SPHP di seluruh kelurahan. Dari 20 kelurahan, masing-masing direncanakan memiliki dua hingga empat outlet. Ke depan, GPM di tingkat kelurahan akan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pemkot Tarakan.

Sejak penugasan SPHP pada 7 Juni 2025, Bulog Tarakan telah menyalurkan 24 ton beras melalui GPM dan 60 ton melalui outlet binaan, sehingga total 84 ton beras telah sampai ke masyarakat.

Sri memastikan stok beras SPHP di gudang Bulog Tarakan masih aman, yakni 1.434 ton. Dengan tingkat konsumsi Tarakan yang mencapai 1.600 ton per bulan, proyeksi kebutuhan SPHP hanya sekitar 500 ton per bulan karena diperkirakan 30 persen masyarakat mengonsumsinya.

Baca Juga :  Dukung Program SEMANTIK Komdigi, Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik Wajah untuk Nomor Seluler Baru

“Artinya stok ini bisa bertahan hingga tiga bulan,” katanya. Jika stok menyentuh batas minimum 1.000 ton, pihaknya akan segera mengajukan penambahan ke pusat.

Antusiasme masyarakat terhadap pasar murah disebutnya sangat tinggi. Selisih harga Rp2.000 hingga Rp3.000 per karung membuat GPM selalu diburu. Oleh karena itu, pihaknya bersama TNI, Polri, dan Pemkot berencana menggelar GPM setiap minggu dengan lokasi yang akan ditentukan.

Tidak hanya beras, pada GPM tanggal 24 Agustus nanti Bulog Tarakan juga akan menyediakan minyak goreng dan gula pasir dengan harga di bawah HET. Minyak goreng dijual maksimal Rp15.700 per liter, sedangkan gula pasir sekitar Rp17.000 per kilogram, lebih murah dibanding harga pasar Rp19.000. Bulog menyiapkan total 19 kontainer minyak goreng dengan kapasitas 20 ribu liter per kontainer atau setara 380 ribu liter.

Baca Juga :  Telkomsel Area Pamasuka Siaga Melayani Sepenuh Hati Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

Pasokan ini akan datang bertahap mulai Jumat (15/8) sebanyak satu kontainer, dilanjutkan kedatangan berikutnya pada 21 Agustus. Gula pasir yang sudah tiba di Tarakan berjumlah 50 ton dan akan segera disalurkan.

“Yang pasti kami siapkan sebanyak-banyaknya agar masyarakat bisa mendapatkan beras, minyak, dan gula dengan harga terjangkau,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *