benuanta.co.id, TARAKAN – Maraknya informasi yang menyebut bahwa sejumlah negara Eropa menarik produk cokelat dengan kemasan menyerupai telur karena diduga mengandung bakteri Salmonela. Produk cokelat yang dimaksud yaitu brand Kinder Surprise asal Belgia.
Untuk diketahui, cokelat ini biasa digemari anak-anak yang jika dimakan dapat menimbulkan gejala ringan seperti diare, demam, dan kram perut. Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan POM RI, korban yang terdampak dari produk berbahaya ini sebanyak 63 orang anak-anak, namun tidak sampai menyebabkan kematian.
Atas dasar ini pula Badan POM RI melakukan penarikan semua jenis brand Kinder guna melindungi masyarakat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Kepala Badan POM Kota Tarakan, Hariyanto Baan menerangkan bahwa Badan POM akan melakukan random sampling dan pengujian di seluruh wilayah Indonesia terhadap produk merek Kinder yang terdaftar.
Badan POM akan menghentikan peredaran produk merek Kinder untuk sementara waktu, sampai dipastikan produk tersebut tidak mengandung cemaran bakteri Salmonella.
“Tidak ada produknya di sini (Indonesia) saat ini produk kinder yang ada di kita itu produksi dari India dengan varian produk antara lain Kinder Joy, Kinder Joy for Boys dan Kinder Joy for Girls,” bebernya saat dikonfirmasi benuanta, Selasa (12/4/2022).
Sebelumnya produk ini juga telah diuji klinis oleh BPOM RI karena itu produk Kinder Joy asal India dapat beredar di Indonesia. Namun, karena merebaknya kabar buruk ini, pihaknya tidak mau kecolongan dan memastikan apakah produk ini aman atau tidak.
“Jadi peredarannya dihentikan dulu sampai hasil pengujian dari Badan POM keluar. Tapi bukan berarti dia mengandung Salmonela ya hanya kita mau cek saja” katanya.
Disinggung soal pemantauan ke wilayah negara Malaysia yang memungkinkan juga untuk beredarnya merk Kinder Suprise di pasaran perbatasan, pihaknya sementara melakukan pemeriksaan.
“Ya surat edaran kan sudah beredar, tapi dari distributor sudah disampaikan soal ini ya mereka harus menyampaikan ke outlet-outlet ditambah kami juga turun ke lapangan untuk memantau penyetopan peredaran sementara waktu dan jangan dulu mengkonsumsi Kinder Joy,” tutur Hariyanto.
Ia melanjutkan, jika pun nanti ditemukan Salmonela di Kinder Joy yang sudah terdaftar di Badan POM RI pihaknya akan langsung melakukan pemusnahan.
“Ya pasti dimusnahkan, disaksikan langsung juga oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







