BPBD Tarakan Ingatkan Warga Waspada Longsor, Delapan Kejadian Tercatat Sepekan Terakhir

benuanta.co.id, TARAKAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Tarakan dalam sepekan terakhir menimbulkan sejumlah bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya ada delapan kejadian, mulai dari tanah longsor hingga pohon tumbang.

Empat titik longsor terbaru terpantau di kawasan Memburungan, Skip, Karanganyar, serta Jalan Mahakam Lingkas Ujung. Meski tidak sampai menelan korban jiwa, kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena beberapa rumah warga berada di area rawan terdampak.

Baca Juga :  Akses Darurat Dinilai Sulit, Ribuan Warga Ajukan Pelebaran Jalan Belakang BRI

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep mengatakan pihaknya telah memprediksi potensi hujan lebat sejak beberapa hari lalu. Informasi ini disampaikan melalui media serta koordinasi dengan pemerintah tingkat kecamatan hingga RT agar masyarakat lebih waspada.

“Kejadian ini membuktikan prakiraan cuaca memang benar adanya. Kami sudah sampaikan kepada masyarakat agar berhati-hati, khususnya pada jam rawan di atas pukul 01.00 dini hari sampai 23 Agustus mendatang,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).

Baca Juga :  Gegara Lahan Masih Sengketa, Pembangunan Ulang SD 001 Selumit Tertunda 

Ia menjelaskan, tingginya curah hujan meningkatkan risiko longsor di sejumlah titik. Karena itu, warga yang tinggal di lereng atau dekat tebing diminta segera mengantisipasi. Jika kondisi hujan berlangsung lama, masyarakat diimbau secara mandiri mengungsi ke tempat lebih aman, seperti rumah kerabat.

Mitigasi yang dilakukan BPBD meliputi penyampaian informasi secara luas, memberikan tanda pada daerah rawan longsor, hingga mendorong masyarakat menyiapkan barang-barang berharga agar mudah dievakuasi saat keadaan darurat.

Baca Juga :  Tarakan Dapat 200 Unit BSPS Tahap Pertama, Fokus di Tarakan Utara dan Barat

“Kami sarankan agar masyarakat mulai sekarang sudah menyiapkan tempat khusus untuk barang penting. Jika sewaktu-waktu harus mengungsi, mereka bisa cepat membawa barang-barang itu tanpa panik,” tambahnya.

Ia menekankan, kewaspadaan warga menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana. Pasalnya, BPBD hanya bisa memberikan peringatan dan pendampingan, sementara keputusan untuk mengungsi harus dilakukan secara cepat oleh masyarakat itu sendiri. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *