BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Tengah Malam hingga Dini Hari, Angin Kencang!

benuanta.co.id, TARAKAN – Cuaca ekstrem melanda Kota Tarakan pada Selasa (26/8/2025) malam hingga dini hari dan mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. BMKG mencatat angin kencang di wilayah Tarakan mencapai 27 knot atau hampir 60 kilometer per jam, jauh di atas kondisi normal yang hanya sekitar 10 knot.

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, menyebutkan kondisi tersebut sudah tergolong ekstrem karena kecepatan angin di atas 25 knot masuk kategori berbahaya. Fenomena ini dipicu adanya bibit siklon di sekitar Filipina yang bergerak ke Laut Cina Selatan, ditambah belokan angin di wilayah Kalimantan yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

Baca Juga :  12 RKB di SMKN 4 Tarakan Jadi Prioritas pada 2027

“Angin kencang ini berkorelasi dengan gelombang tinggi di laut. Karena itu, beberapa hari lalu kami sudah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan Kalimantan Utara, termasuk Tarakan dan Tanjung Selor,” jelasnya, Rabu (27/8/2025).

Ia menambahkan, cuaca ekstrem di Tarakan dominan terjadi mulai tengah malam hingga dini hari. “Itu yang perlu diwaspadai, karena biasanya cuaca ekstrem muncul pada rentang waktu tersebut,” ungkapnya.

Dalam beberapa hari ke depan, BMKG memprediksi Tarakan dan daerah lain di Kaltara masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Rabu (27/8) hujan diperkirakan melanda Nunukan dan Malinau, sedangkan Kamis (28/8) angin kencang berpotensi terjadi di Nunukan. Pada Jumat (29/8), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan turun di Nunukan, Malinau, dan Bulungan.

Baca Juga :  Penyidikan Perkara Tambang, Kejati Kaltara Geledah 5 Instansi di Kabupaten Nunukan

Selain hujan, masyarakat diminta tetap waspada terhadap gelombang laut. Meski diperkirakan tidak lebih dari 2 meter, gelombang setinggi 1 meter sudah berisiko tinggi bagi perahu kecil. “Kalau untuk kapal nelayan, gelombang setinggi itu sudah sangat berbahaya,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika melihat tanda-tanda awan gelap yang menggumpal. Berteduh di bawah pohon sebaiknya dihindari, karena pohon rawan tumbang saat angin kencang seperti yang terjadi semalam.

Baca Juga :  652 Pengaduan THR 2023–2025 Belum Tuntas, Ombudsman Desak Pengawasan 2026 Lebih Komprehensif

BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memperbarui informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG Kaltara. “Sekecil apapun perubahan cuaca bisa memengaruhi keselamatan, khususnya bagi nelayan atau masyarakat yang beraktivitas di laut. Selalu cek informasi BMKG sebelum berangkat,” imbaunya.

Kondisi hujan dengan intensitas bervariasi ini diperkirakan terus berlangsung hingga Desember mendatang seiring masuknya musim hujan. “Panas kemarin hanya sebentar, tidak sampai seminggu. Mulai sekarang sampai Desember kita akan terus masuk musim hujan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *