Berkat Kerja Keras, Pemkab Nunukan Raih SAKIP Predikat B

Serfianus: Sakip Naik Predikat B Harus Bisa Dipertahankan

NUNUKAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nunukan, Serfianus S.IP., M.Si sangat berbahagia atas raihan peningkatan predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Pemerintah Kabupaten Nunukan Tahun 2019, dari CC menjadi B.

Sebagai jenderalnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nunukan, Serfianus selama beberapa tahun ini harus kuat ‘menahan hati’ pada setiap kali momen pemberian penghargaan hasil SAKIP yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan – RB), yang hasilnya belum memuaskan.

Pasalnya beberapa tahun sebelumnya, predikat SAKIP Pemkab Nunukan selalu tertinggal dari kabupaten lain, yang telah meraih predikat B, padahal umur pemerintahannya lebih muda.

Beban yang dirasakannya menjadi semakin berat tatkala Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid memberi target SAKIP Pemkab Nunukan di tahun 2019 harus meningkat ke posisi B.

Tidak ingin memikul ‘beban’ itu berlama-lama sendirian, Serfianus di awal tahun 2019 segera mengumpulkan seluruh pejabat dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk merumuskan langkah dan strategi yang harus dilakukan untuk meraih target tersebut.

Kepada para pejabat di lingkungan Pemkab Nunukan, Serfianus memberi instruksi tegas dalam penyusunan rencana kinerja di tiap OPD, harus disusun secara realistis dan terukur, berorientasi pada hasil, serta disesuaikan dengan kondisi keuangan pemerintah.

OPD dilarang merencanakan program kegiatan yang tidak jelas output dan sasarannya bagi kesejahteraan masyarakat. Serfianus juga meminta seluruh perangkat daerah secara disiplin melakukan pelaporan atas pelaksanaan rencana kerja yang sudah disusunnya.

Meskipun instruksi sudah diberikan dengan jelas, namun implementasinya tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan kerja keras dan kesabaran ekstra karena ada OPD yang rajin menyampaikan laporan, tetapi ada pula OPD yang bermalas-malasan.

“Di sinilah dibutuhkan ketekunan dan kesabaran, sehingga kita harus sering-sering mengingatkan, menagih, mana laporannya setiap waktu? Soalnya kalau tidak begitu pasti akan seenaknya saja menyampaikan laporannya,” kata Serfianus.

Bagian Organisasi Setda sebagai ujung tombak penyusunan SAKIP, selanjutnya melakukan koreksi dan evaluasi. Jika memang belum sesuai, maka OPD yang bersangkutan secepatnya diminta melakukan perbaikan-perbaikan.

Strategi yang disusun pun mulai dijalankan. Sistem manajemen kinerja yang pertama disasar untuk diperbaiki dengan melakukan revisi Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan maksud agar lebih berorientasi pada hasil baik pada level pemerintah daerah maupun pada perangkat daerah.

Selain revisi IKU, perencanaan kinerja (Cascade Kinerja) juga dijabarkan dari level pemerintah daerah hingga level organisasi paling rendah.

Tidak berhenti sampai di situ saja, melalui tim SAKIP juga diperbaiki kualitas Laporan Kinerja dari level pemerintah daerah hingga level perangkat daerah. Dengan perbaikan Ini diharapkan dapat mendorong perbaikan kinerja tahun berikutnya. Selain pemantauan dan evaluasi atas capaian kinerja, tim ini juga melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja perangkat daerah.

Jika tahun-tahun sebelumnya agak sulit menjalankan strategi yang disusun, di tahun 2019 ini semua skema yang dijalankan ternyata mendapat respons positif dari setiap OPD. Penerapan aturan wajib membuat laporan kegiatan bagi ASN sebagai salah satu syarat pembayaran Tunjangan Tambahan Pegawai (TTP) sejak setahun terakhir, dinilai Serfianus secara tidak langsung juga menunjang peningkatan kinerja perangkat daerah secara keseluruhan.

“Kalau setiap ASN kinerjanya meningkat, secara otomatis pasti berpengaruh terhadap kinerja secara keseluruhan di perangkat daerahnya masing-masing,” tuturnya.

Ia juga mengakui, penerapan aturan ASN harus membuat laporan kegiatan setiap hari, awalnya diwarnai pro kontra yang cukup tajam. “Tidak sedikit yang kontra dengan rencana ini, takut nanti beginilah, nanti begitulah, dianggap menambah kerjaan sajalah dan macam – macam. Tetapi setelah kita berani memulai, ternyata bisa berjalan juga dengan baik sampai saat ini,” ujarnya.

Namun selain berkat strategi yang sudah dijalankan tersebut, menurut Mantan Kepala Bappeda Nunukan ini, semangat kebersamaan dan niat baik untuk bekerja dengan sungguh-sungguh adalah kunci utama dari keberhasilan menaikkan level SAKIP di tahun 2019.

“Saya kadang harus memprovokasi mereka (para pejabat Perangkat Daerah), masak kita kalah sama kabupaten lain yang umurnya di bawah kita sudah lama meraih predikat B. Tujuannya apa saya menyampaikan itu, supaya ada greget, ada niat dan ada semangat untuk bekerja sungguh – sungguh, dan ternyata semuanya membuahkan hasil yang baik, predikat SAKIP kita (Pemkab Nunukan) akhirnya naik menjadi B,” imbuhnya.

Atas keberhasilan itu, ia berharap agar bisa terus dipertahankan, bahkan harus bisa ditingkatkan menjadi BB atau kalau bisa A. “Bukan semata-mata untuk mengejar predikat, melainkan sebagai bentuk pertanggung jawaban pemerintah kepada masyarakat,” tutup Sekda.(*)

 

Reporter: Darmawan

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *