BBM Naik, Unjuk Rasa Berlangsung di Makassar

benuanta.co.id, Makassar – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Mulai diberlakukan, Sabtu (3/9/2022), sekitar pukul 14.30 WIB.

Di mana Harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter. Kemudian, harga Solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Lalu harga Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Baca Juga :  Indosat Hadirkan Desa Digital untuk Dorong Ekonomi dan Pendidikan Warga Pesisir

Akibat kenaikan itu, gelombang penolakan dari rakyat terus bergulir. Khusus di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), aksi unjuk rasa dari aliansi mahasiswa berlangsung di sejumlah titik, Sabtu malam.

Adapun titik yang menjadi lokasi aksi, antaranya, pintu 1 Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar. Lalu depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo Makassar.

Baca Juga :  Telkomsel Area Pamasuka Siaga Melayani Sepenuh Hati Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

Kemudian kawasan Kampus Universitas Negeri Makassar, pertigaan Jalan AP Pettarani – Sultan Alauddin.

Aksi malam Minggu tersebut, para demonstran melakukan blokade jalan sembari membakar ban, disertai spanduk bertuliskan penolakan kenaikan harga BBM.

“Aliansi mahasiswa UMI lawan penindasan, tolak kenaikan BBM,” tulis spanduk yang dibentangkan demonstran di depan kampus UMI Makassar.

Baca Juga :  Stok Ayam Beku Selama Ramadan di Tarakan Aman

Aksi demonstran tersebut dimulai dari sore hari, dan hingga pukul 21.50 Wita unjuk rasa tersebut masih berlangsung. Akibatnya terjadi kemacetan di sejumlah jalan protokol.(*) 

Penulis: Akbar

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *