benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kalimantan Utara (Kaltara) tengah mempersiapkan kunjungan Appraisal Mission kerjasama teknis Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman.
Bappeda – Litbang Kaltara bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan perangkat daerah terkait membahas pengelolaan ekosistem mangrove dan gambut tahun 2024-2026 di Kaltara.
Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas (plt) Bappeda-Litbang Bertius, ada beberapa rencana kegiatan. Yaitu terkait implementasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) di tingkat provinsi dan kabupaten, dukungan kebijakan, kegiatan berbasis masyarakat, capacity building hingga gender mainstreaming.
“Inventarisasi 13 Kesatuan Hidrologi Gambut (KGH) di Kaltara, total 3.167 titik talah diinventarisasi tahun 2021 dan 2022,” ucapnya Kamis (28/9/2023)
Adapun kajian pengumpulan data kata Bertius sebanyak 18 diantaranya ialah studi sosial ekonomi, studi biodiversity terrestrial dan akuatik, bimtek penyusunan dokumen pemulihan ekosistem gambut untuk sektor swasta, studi keterkaitan ekosistem gambut dan magrove.
“Dalam penyusunan RPPEG kita juga tentu terlebih dahulu memberikan sosialisasi RPPEG serta kordinasi pembentukan Pokja penyusunan RPPEG tingkat provinsi dan kabupaten,” ucapnya lagi.
Sedangkan mainstreaming gender juga ada studi pengarusutamaan gender dan inklusi di kaltara, sosialisasi gender hingga pelibatan perempuan dalam perencanaan dan implementasi pemetaan tata guna lahan desa.
Selain itu dukungan penyusunan Renstra Delta Kayan Sembakung dan Integrasi DKS ke dalam RPJMD dan Renja OPD Provinsi yaitu, lahan ekosistem gambut yang direncanakan untuk perkebunan adalah 49 persen dan di hutan produksi 30 persen.
“Kerjasama berkelanjutan ini tentu berdampak sangat besar untuk Kaltara, sehingga besar harapan perangkat daerah terkait terus bersinergi dengan GIZ,” pungkasnya (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Yogi Wibawa







