benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Fokus tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditengah kebijakan ekonomi fiskal, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bakal intenskan penarikan retribusi pajak dengan pola jemput bola.
Pasalnya adanya kebijakan ekonomi intensif fiskal tersebut sangat berdampak terhadap hasil capaian realisasi pajak daerah. Di mana dampak dari kebijakan tersebut ialah penurunan nominal pembayaran ke beberapa sektor.
“Dampak dari kebijakan ini sebenarnya sangat positif bagi masyarakat kita, hanya saja hal ini juga akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi kita karena harus menyeimbangkannya dengan raihan PAD kita,” kata Kepala Bapenda Kaltara, Tomy Labo pada Rabu, 23 Juli 2025.
Oleh sebab itu, Tomy mengaku lebih fokus ke program jemput bola sebagai langkah dalam mempertahankan capaian realisasi PAD Kaltara. Mekanismenya untuk pajak kendaraan akan diintenskan melalui pelayanan mobil pajak keliling dan untuk sektor lainnya pihaknya fokus melakukan jemput bola ke pihak terkait.
“Untuk mobil Samsat keliling itu kita intenskan dengan jadwal operasi yang berkala yakni sebulan dua kali beroperasi di semua daerah yang ada di Kaltara. Sedangkan untuk PAD dari sumber lainnya kita akan datang langsung, misalnya mendatangi pihak perusahaan atau pihak-pihak terkait untuk urusan membayar Pajak Daerah,” terangnya.
Menurut Tomy, selain dapat mempertahankan capaian realisasi capaian PAD ditengah kebijakan ekonomi intensif fiskal, hal tersebut juga bertujuan untuk mempermudah semua pihak dalam membayar pajak ke daerah.
“Biasanya jemput bola ini kita intenskan di triwulan IV atau triwulan akhir. Tapi sekarang setiap triwulan kita intenskan karena hal itu juga sangat membantu masyarakat dan pihak terkait dalam membayar pajak. Ditambah lagi saat ini ketentuan nomiNal pembayaran pajak mengalami penurunan, sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak membayar pajak,” pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Endah Agustina







