benuanta.co.id, NUNUKAN – Banjir yang terjadi di Kabupaten Nunukan tidak hanya terjadi di Kecamatan Lumbis Hulu, namun juga terjadi di Kecamatan Krayan Selatan.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan, banjir ini terjadi lantaran intensitas curah hujan yang tinggi.
“Jadi minggu (12/1/2025) dini hari itu air sungai menguap dan menggenangi sawah, kebun dan pemukiman warga,” kata Oktavianus kepada benuanta.co.id, Senin (13/1/2025).
Dikatakannya, setidaknya sekitar 80 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Termasuk sawah milik masyarakat yang siap panen tergenang mengakibatkan sebagian gagal panen sekitar 5 hektare.
Tak hanya itu, akses ke klaster 5 desa di lokasi di bawah dan kecamatan Krayan Tengah serta ke Krayan Barat juga tidak bisa dilalui.
“Situasi pagi ini air sudah surut namun jembatan penghubung arah ke SMAN 1 Krayan Selatan hancur porak-poranda di terjang banjir,” ungkapnya.

Oktavianus mengatakan, akibat banjir ini menyebabkan terisolir 5 Desa di hilir ibu kota Kecamatan Krayan Selatan dan Kecamatan Krayan Tengah.
“Jembatan ini baru dibangun oleh masyarakat dengan swadaya satu bulan yang lalu, namun saat ini kembali rusak karena diterjang banjir,” ucapnya.
Ia berharap dengan situasi ini, pemerintah dapat melakukan perbaikan dan memberikan bantuan untuk perbaikan jalan dan jembatan yang menjadi jantung dari masyarakat Krayan Selatan ini.
“Anak-anak sekolah yang mau ke SMAN 1 Krayan Selatan harus melintasi jembatan yang rusak dan seadanya dengan riskan risiko, sungguh miris kondisi kami saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubid Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, M Basir mengatakan, banjir yang terjadi di Krayan Selatan disebabkan oleh curah hujan yang tinggi.
“Saat ini personel kita masih di lapangan melakukan pendataan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Ramli







