Kritis terhadap kapitalisme kroni paling tidak secara intelektual, persoalan jadi pelik jika kita melihat penggerak ekonomi dari memuncaknya ketidaksetaraan pendapatan.
Globalisasi dan revolusi tekonologi, merupakan si kembar transformasi ekonomi yang sedang mengubah kehidupan kita, juga merupakan faktor penggerak kalangan super-kaya. Sebagai akibatnya, jika kita cerdas dan beruntung, kita bisa menjadi sangat kaya dengan sangat cepat.
Hal ini sangat mudah dilihat betapa revolusi tekonologi dan globalisasi menciptakan efek superstar dalam bidang-bidang yang sangat menonjol, seperti olahraga dan hiburan.
Kita menyaksikan bagaimana seorang atlet yang fantasitis atau seseorang aktor yang hebat dewasa ini bisa mengungkit keterampilannya melewati batas-batas ekonomi global yang tidak pernah di masa lalu.
Tapi hari ini, efek superstar itu sedang terjadi melintasi seluruh bidang ekonomi. Kita memiliki teknologi superstar,kita memiliki bankir superstar, Kita memiliki pengacara superstar dan arsitek superstar.
Walaupun melihat bagaimana globalisasi dan revolusi teknologi menciptakan plutokarasi global ini, yang sulit adalah membayangkan yang harus kita pikirkan tentang ini. Karena berlawanan dengan kapitalisme kroni, begitu banyak hal dari globalisasi dan revolusi teknologi yang dampaknya sangat positif.
Teknologi dan globalisasi adalah transformasi yang telah mengangkat ratusan juta orang termiskin di dunia keluar dari kemiskinan dan masuk dalam kelas menengah. Salah satu hal yang membuat khawatir betapa mudahnya plutokrasi meritokrastis berubah menjadi plutokrasi kroni.
Di titik itu akan sangat menggoda untuk menggunakan kemampuan ekonomi untuk memanipulasi aturan-aturan global untuk keuntungan privat, dan itu bukan cuma hipotesis saja. Pikirkan tentang Amazon, Apple, Google, Starbucks. Ini adalah perusahaan-perusahaan yang paling dipuja, dicintai dan paling inovatif di dunia.
Mereka juga sangat terampil dalam mengelola sistem pajak internasional sehingga tagihan pajak mereka bisa menurun secara signifikan. Oleh karena itu, mengapa harus berhenti pada permainan sistem poitis global dan ekonomi kalau bisa menunjang kita secara maksimal?
Sekali kita memiliki kekuatan ekonomi yang besar seperti yang kita lihat di posisi paling atas distribusi pendapatan dan kekuatan politis yang kemudian tercipta, maka lalu ada godaan juga untuk memulai mengubah permianan demi keuntungan sendiri.
Inilah yang dilakukan oleh oligarki, ketika menciptakan privatisasi besar-besaran abad ini yang dilakukan terhadap sumber daya alam di Rusia, inilah salah satu gambaran tentang yang terjadi dengan deregulasi pelayanan finansial di AS dan Inggris.
Hal kedua yang mengkhawatirkan adalah betapa mudahnya plutokrasi meritokratik dapat menjadi aristokrasi. Salah satu cara menggambarkan para plutokrat adalah sebagai pakar teknologi dan mereka adalah orang-orang yang sangat sadar betapa pentingnya keterampilan yang sangat canggih, analitis dan kuantitatif dalam ekonomi dewasa ini.
Itu sebabnya mereka mengeluarkan sumber daya dan waktu yang luar biasa untuk mendidik anak-anak mereka sendiri. Kelas menengah juga mengeluarkan lebih banyak uang untuk pendidikan.







