benuanta.co.id, TARAKAN – Sejak pagi, warga Tarakan sudah memadati lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak yang digelar Polres Tarakan bersama Bulog dan Pemerintah Kota Tarakan, Kamis (14/8/2025). Banyak masyarakat datang lebih awal demi memastikan kebagian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual murah.
Salah satunya, Nur Aena, warga RT 24 Selumit Pantai yang sudah datang sekitar pukul 09.30 Wita setelah mendapat informasi dari grup WhatsApp. “Saya datang jam setengah 10, teman saya jam 9. Takutnya keluarga tidak kebagian, jadi saya kasih tahu teman-teman juga,” ungkapnya.
Ia mengaku hanya mendapat dua karung beras karena ada pembatasan pembelian, meski berharap bisa mendapat tiga hingga empat karung. Menurutnya, harga beras SPHP Rp60.000 per 5 kilogram sangat membantu, mengingat harga beras biasa bisa mencapai Rp16.000 per kilogram. Selisihnya sekitar Rp4.000 per kilogram, sehingga cukup menghemat pengeluaran.
“Kalau di rumah saya ada tujuh orang, sehari masak 2 kilogram beras. Kalau bisa kegiatan seperti ini ada tiap 15 hari, supaya masyarakat terbantu,” harapnya.
Nur Aena menambahkan, selain beras SPHP, keluarganya kadang mengonsumsi beras Sulawesi yang kini juga mulai banyak tersedia di pasaran. Namun ia mengakui, pembelian beras SPHP biasanya dilakukan hanya saat ada kegiatan seperti GPM.
“Kalau tidak ada (beras SPHP), ya beli yang ada saja,” katanya.
Ia juga menilai selisih harga Rp5.000 dari penjualan sebelumnya sangat berarti bagi warga berpenghasilan pas-pasan. Suaminya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan harian antara Rp100.000 hingga Rp150.000, tergantung jenis pekerjaan.
“Lumayan membantu, apalagi kondisi sekarang pendapatan agak menurun,” ujarnya.
Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S Manik, menyampaikan bahwa GPM ini merupakan bagian dari program nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Di Tarakan, target awalnya 2 ton beras, namun melihat tingginya minat warga, jumlah tersebut ditambah menjadi 4 ton.
“Beras dijual di bawah harga pasar, Rp60.000 per kemasan 5 kg,” ujarnya.
Kepala Bulog Tarakan, Sri Budi Prasetyo, menjelaskan pihaknya akan terus berkolaborasi dengan Pemkot dan aparat keamanan untuk menjaga ketersediaan beras. Penyaluran SPHP di Tarakan ditargetkan mencapai 2.600 ton hingga Desember 2025.
“Kami juga melakukan langkah antisipasi seperti memberi tanda pada karung agar tidak disalahgunakan untuk penimbunan atau dijual kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan, GPM ke depan akan dilaksanakan rutin, termasuk saat Car Free Day. Dengan semakin banyak titik distribusi, diharapkan masyarakat lebih mudah mendapatkan beras harga terjangkau.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Tarakan, Ajat Jatnika, menegaskan Pemkot sangat mendukung kegiatan ini. Selain untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, kegiatan GPM juga dapat mengendalikan inflasi.
“Kami ingin pasokan terjaga dan inflasi tetap terkendali. Rencananya GPM berikutnya digelar 24 Agustus di Car Free Day, dan seterusnya minimal dua kali sebulan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







