benuanta.co.id, NUNUKAN – Status tanggap darurat bencana banjir yang melanda Wilayah Kecamatan Sembakung dan Kecamatan Sembakung Atulai sudah mulai normal, terlihat dari mulai berjalannya aktifitas warga, pegawai pemerintahan, TNI – Polri hingga pelayanan umum.
Berkenaan dengan hal tersebut Camat Sembakung Agus Arif Darmawan melaksanakan penutupan posko sebagai tanda berakhirnya status tanggap darurat di hari ke-14 di Kampung Siaga Bencana (KSB) Atap Kecamatan Sembakung pada Rabu, (21/1/2026) pagi.
Penutupan dihadiri oleh Forkopimcam Sembakung, BPBD kabupaten Nunukan, KSB, Tagana, Destana, Pol PP, serta Relawan
Camat sembakung Agus Arif Darmawan menyampaikan banjir ini merupakan banjir pertama di tahun ini yang berdampak pada 4.461 jiwa, 1.020 rumah dan 1.428 KK yang tenggelam.
“Adapun desa-desa yang tergenang pada awal tahun ini adalah Desa Atap daerah Tembelunuk, Manuk Bungkul, Desa Tujung, Desa Tagul Dan Desa Lubakan,” ujar Agus.
Tercatat desa yang termasuk parah, kata agus, dalam artian cukup lama tergenang adalah daerah Tembelunuk, Tagul, dan Manuk bungkul, yaitu dari 5 sampai 10 hari air menggenangi permukiman desa.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Rehabilitasi dan Rekontruksi, BPBD Kabupaten Nunukan Yunus Randa menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras dan bekerja sama dalam memberikan penanganan kepada korban bencana banjir di Kecamatan Sembakung dan Lumbis.
“Terima kasih saya ucapkam kepada tim yang sudah banyak membantu seperti Forkopimcam, Ketua KSB beserta anggota, Tagana, Satpol PP, Destana, Relawan, Serta Semua yang sudah ikut dalam Proses mulai dari pendataan, penyimpanan, serta pendistribusian logistik bantuan banjir,” tutur Yunus.
Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak donatur bantuan seperti, Pemerintah Kabupaten Nunukan, Pemerintah Provinsi Kaltara, dan pihak swasta dari PT. AHL (Adindo Hutani Lestari) serta PT. CIS, di wilayah kerja Kecamatan Sembakung.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap bantuan yang diberikan ini dapat menyentuh bagi masyarakat Kecamatan Sembakung, Kecamatan Sembakung Atulai, dan merupakan bentuk kepedulian Bupati Nunukan terhadap warga korban bencana banjir di wilayahnya.
“Dengan ditutupnya acara ini, maka berakhirlah status tanggap darurat di wilayah Kecamatan Sembakung dan Kecamatan Sembakung Atulai,” pungkasnya. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Yogi Wibawa







