Akses Kendaraan ke Dermaga Tengkayu I Masih Dikeluhkan Masyarakat

benuanta.co.id, TARAKAN – Pengaturan kendaraan menuju Dermaga Pelabuhan Tengkayu I Tarakan kembali menjadi sorotan, setelah masyarakat mengeluhkan banyaknya kendaraan non-VIP yang masuk hingga memicu kemacetan. Situasi ini dinilai cukup sering terjadi, terutama di jam keberangkatan kapal. Kondisi tersebut membuat pengawasan petugas dianggap belum berjalan optimal.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Roswan, menjelaskan, sebagian kendaraan memang terlihat seperti kendaraan biasa, namun sebenarnya milik pejabat atau petugas tertentu yang tidak menggunakan tanda pengenal khusus. Menurutnya, hal itu membuat masyarakat sering salah mengira bahwa kendaraan tersebut masuk tanpa izin.

Baca Juga :  Gegara Lahan Masih Sengketa, Pembangunan Ulang SD 001 Selumit Tertunda 

Ia mengatakan beberapa rombongan juga masuk ke area dermaga pada hari-hari tertentu. Menjelang Natal, pihaknya berencana memperketat pengawasan karena jumlah penumpang meningkat, sementara sebagian armada bus antar-jemput penumpang sempat tidak beroperasi.

“Beberapa bus kami kemarin ada yang off. Kadang masyarakat membawa barang banyak atau ada penumpang yang sakit, termasuk difabel, itu memang boleh masuk,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Kendati demikian, pengawasan tetap dilakukan dari pos dua sebagai filter utama. Kendaraan yang diperbolehkan masuk meliputi kendaraan VIP, rombongan resmi, kendaraan membawa penumpang sakit, penyandang disabilitas, hingga kendaraan pengangkut barang.

Baca Juga :  Tiket Lambelu H-3 Lebaran Sudah Ludes, PELNI Siapkan Bukit Siguntang

Penyortiran juga berlaku pada kendaraan roda dua, terutama motor kiriman kapal atau motor milik agen yang keluar masuk bersama petugas.

Namun ia mengakui masih ada oknum yang memanfaatkan kelengahan petugas di lapangan, termasuk anak-anak sekitar kawasan pelabuhan yang membawa motor sendiri.

Ia menyebut, situasi itu muncul karena area pelabuhan banyak memiliki celah masuk. “Kadang mereka lihat celah. Namanya pelabuhan, ada saja yang lolos. Kalau ketemu, ya kami tegur,” katanya.

Kondisi dermaga yang cukup padat membuat pengawasan harus dilakukan terus-menerus. Masyarakat berharap pengaturan lebih tegas diterapkan terutama saat volume penumpang meningkat. Roswan memastikan pihaknya tetap melakukan evaluasi untuk meminimalkan kendaraan yang tidak berkepentingan masuk ke area dermaga.

Baca Juga :  Kesadaran Urus Akta Kematian di Tarakan Belum Optimal

Ia juga menyebut, fasilitas pendukung seperti terminal baru sebenarnya sangat diperlukan untuk mengatur arus keluar masuk kendaraan sejak titik awal. Jika terminal dekat area parkir bisa digunakan, penyortiran dapat dilakukan secara efektif sebelum penumpang tiba ke dermaga. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *