benuanta.co.id, TARAKAN – Isu menguatnya Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pemilu 2029 mulai ramai diperbincangkan. Menyikapi hal tersebut, Partai Demokrat menegaskan sikap menanggapi isu yang beredar.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si, menegaskan Partai Demokrat saat ini belum membahas isu pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pemilu 2029.
“Saat ini kamu masih memusatkan perhatian pada kerja-kerja pemerintahan dan penguatan internal organisasi,” ungkapnya, Selasa (13/1/2026) lalu, bertepatan dengan Rapat Kerja Daerah dan Bimbingan Teknis Partai Demokrat Kalimantan Utara.
Herman menyampaikan m fokus utama Demokrat saat ini adalah bekerja dan menjalankan tanggung jawab politik yang telah diamanahkan rakyat. Ia menegaskan bahwa seluruh kader, baik yang berada di eksekutif maupun legislatif, diarahkan untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo.
“Untuk sekarang ya kami fokus untuk bekerja saja,” jelasnya.
Terkait posisi AHY, Herman menjelaskan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut tengah berkonsentrasi penuh menjalankan tugasnya sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Menurutnya, tanggung jawab pemerintahan yang diemban AHY membutuhkan perhatian dan energi penuh.
“Mas AHY itu fokus untuk mengemban amanah sebagai menteri koordinator infrastruktur dan pembangunan kewilayahan,” tegasnya.
Ia menambahkan, salah satu fokus utama AHY saat ini adalah membantu pemerintah dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah Sumatera yang terdampak bencana banjir besar. Kondisi tersebut, kata Herman, menjadi alasan kuat mengapa isu politik elektoral jangka panjang belum menjadi pembahasan.
“Beliau sekarang juga fokus bagaimana membantu rekonstruksi rehabilitasi Sumatera yang terkena bencana banjir gede,” bebernya.
Herman menegaskan pembicaraan mengenai Pemilu 2029, terlebih menyangkut pasangan calon presiden dan wakil presiden, masih terlalu dini. Partai Demokrat memilih untuk tidak berspekulasi dan lebih mengedepankan kerja nyata bagi masyarakat. “Karena itu kami tidak berbicara dulu persoalan Pemilu 2029, apalagi terkait dengan capres-cawapres,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan agenda utama partai saat ini adalah penguatan internal dan konsolidasi organisasi. Langkah-langkah strategis disusun untuk memastikan Partai Demokrat solid dan mampu berkontribusi maksimal dalam pemerintahan. “Kami masih berbicara persoalan penguatan internal partai,” lanjutnya.
Menurut Herman, penguatan internal tersebut juga diarahkan untuk mendukung kesuksesan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Baik kader yang berada di pemerintahan maupun di lembaga legislatif, semuanya diarahkan untuk satu tujuan yang sama.
“Bagaimana langkah-langkah strategis mensukseskan pemerintahan Presiden Prabowo, baik AHY yang sedang fokus di pemerintahan maupun kami yang berada di legislatif,” terangnya.
Ia menegaskan keberhasilan pemerintahan harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, Demokrat memilih untuk menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dibandingkan manuver politik jangka panjang. “Bagaimana membantu Bapak Prabowo supaya rakyat juga merasakan kesuksesan,” imbuhnya.
Meski demikian, Herman tidak menampik dinamika politik selalu terbuka terhadap berbagai kemungkinan. Namun, ia kembali menekankan saat ini Partai Demokrat belum memasuki fase pembahasan tersebut. “Saya kira belum membicarakan itu, ya tentu namanya politik serba mungkin semuanya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







