TARAKAN – Untuk memastikan keamanan sekolah-sekolah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Pemerintah Kota Tarakan akan lakukan verifikasi kesiapan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dsidikbud) Kota Tarakan telah menerima beberapa pengajuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dari SD dan SMP.
“Ada beberapa sekolah yang sudah mengajukan PTM, nanti Disdik akan lakukan verifikasi hari Senin (08/02/2021) bersama Dinas Kesehatan Kota Tarakan,” kata Kepala Seksi Pembinaan SMP Dsidikbud Tarakan, Indah Sarastiningsih kepada benuanta.co.id.
Indah membeberkan, terdapat sekitar 10 SD dan 6 SMP yang mengajukan PTM dan pengajuan tersebut didominasi oleh sekolah swasta. Ada beberapa hal yang akan diverifikasi kepada sekolah-sekolah yang akan mengajukan PTM.
“Jadi itu berdasarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 Menteri yaitu kita meninjau sarana, kurikulum, pengaturan tenaga pendidik dan pernyataan orang tua siswa,” kata Indah, Kamis (04/02/2021).
Walaupun sekolah telah mengajukan PTM, Dsidikbud akan tetap mempertimbangkan pernyataan orang tua terkait mengizinkan anaknya mengikuti PTM ataupun tidak.
Menurut Indah, pihaknya memberikan kewenangan orang tua. Apabila menyetujui PTM ya silahkan, kalaupun tidak disetujui ya ikut Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“Kita juga punya ketentuan bagi orang tua yang mengizinkan anaknya ikuti PTM. Seperti wajib mengantar anak ke sekolah, menyiapkan bekal makanan dan memantau kesehatan anak,” lanjut Indah.
Kemudian, tinjauan protokol kesehatan akan menjadi penilaian dari Dinas Kesehatan, apakah sekolah tersebut layak mengikuti PTM atau tidak. “Nantinya kita bersama Puskesmas meninjau dan mengatur protokol kesehatan di sekolah yang mengajukan PTM,” tutupnya.(*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor: M. Yanudin







