benuanta.co.id, NUNUKAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Nunukan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan meluapnya Sungai Sembakung serta sungai-sungai di wilayah Krayan.
Akibatnya, banjir merendam permukiman warga di sejumlah kecamatan dan berdampak pada ribuan kepala keluarga.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Nunukan, Yunus Randa Layuk mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan Pos BPBD kecamatan dan laporan dari pemerintah setempat, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai, Sembakung, Krayan, Krayan Timur, Krayan Barat, dan Sebuku.
“Di beberapa titik, banjir tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga membawa material kayu dan lumpur yang menutup akses jalan, khususnya di wilayah Krayan dan sebagian daerah Lumbis,” ungkap Yunus.
Diungkapkannya, kondisi debit air di Kecamatan Sembakung terpantau masih mengalami kenaikan. Sementara itu, tinggi muka air (TMA) di Lumbis pada pukul 19.30 Wita tercatat mencapai 9,9 meter, naik dari sebelumnya 9,8 meter pada pukul 16.09 Wita. Di Sembakung, TMA tercatat 4 meter pada pukul 17.52 Wita, meningkat dari 3,90 meter.
Data sementara yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mencatat sebanyak 4.033 kepala keluarga atau 12.484 jiwa terdampak banjir.
Selain itu, sejumlah fasilitas umum turut terdampak, terdiri dari 17 fasilitas pendidikan, 12 fasilitas kesehatan, 31 fasilitas pemerintahan, 18 fasilitas umum lainnya, serta 19 rumah ibadah. Warga yang sebelumnya mengungsi sementara di Pos BPBD Kecamatan Lumbis telah kembali ke rumah masing-masing seiring mulai surutnya air di beberapa titik.
Namun demikian, aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar di sejumlah kecamatan hingga kini masih belum sepenuhnya pulih. BPBD Kabupaten Nunukan bersama pihak kecamatan, pemerintah desa, TNI dan Polri terus melakukan pemantauan wilayah terdampak, pembersihan fasilitas ibadah dan jalan dari sisa material banjir, serta pengkajian cepat dan inventarisasi dampak bencana.
Pemantauan tinggi muka air juga difokuskan pada tiang ukur di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis dan Desa Atap, Kecamatan Sembakung.
Ia menyampaikan bahwa tim saat ini di lapangan terus bersiaga mengantisipasi potensi kenaikan debit air susulan.
“Kami masih melakukan pemantauan intensif, terutama di titik-titik yang debit airnya masih naik. Masyarakat kami imbau tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi peningkatan air secara signifikan. Koordinasi dengan aparat desa dan kecamatan terus kami perkuat agar respons bisa cepat dilakukan,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Nunukan mengimbau masyarakat yang berada di bantaran sungai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.(*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







