Menurut laporan situs berita Axios, Selasa (13/10), mengutip dua pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui masalah itu, pembahasan tersebut berlangsung sebelum Trump secara terbuka menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela Kongres AS pada November nanti.
Salah seorang sumber dalam laporan itu mengatakan Netanyahu menyampaikan informasi intelijen Israel yang menyatakan Iran sedang berupaya membangun kembali program nuklir, termasuk kemungkinan mengoperasikan fasilitas Pickaxe Mountain untuk pengayaan uranium.
Sementara itu, seorang pejabat di Gedung Putih membantah laporan tersebut dengan menyebut bahwa “tidak benar” kedua pemimpin tersebut membahas dimulainya kembali perang.
Pejabat tersebut menyatakan Trump telah menepis kemungkinan serangan sebelum pemilu sela AS bulan depan.
Angkatan bersenjata kedua negara tetap dalam status siaga dan sedang menyelesaikan persiapan jika Trump mengubah kebijakannya, kata para sumber.
Seorang pejabat lain AS menggambarkan sikap Trump sebagai sikap yang tidak tegas, dengan mengatakan Trump meminta Netanyahu untuk bersiap tanpa memberikan komitmen apa pun.
Menurut laporan tersebut, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan pimpinan Komando Pusat AS (CENTCOM) memberikan dukungan paling kuat untuk dilakukan serangan baru ke Iran.
Sementara itu, sebagian besar penasihat lebih memilih agar sanksi dan tekanan ekonomi terhadap Iran tetap dilanjutkan.
Dalam laporan itu juga disebutkan Kepala Staf Angkatan Darat Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan kepada Ketua Dewan Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine bahwa pecahnya pertempuran dalam tiga pekan mendatang dapat memaksa penundaan pemungutan suara di Israel, yang dijadwalkan pada 27 Oktober, mengingat akan ada serangan balasan rudal dari Iran.
Pihak mediator Qatar masih menunggu tanggapan Iran terhadap usulan balasan terbaru dari AS, demikian laporan tersebut.
Sumber: Anadolu /Antara







