benuanta.co.id, NUNUKAN – Kawasan wisata air terjun Binusan kembali menjadi pilihan masyarakat untuk mengisi waktu akhir pekan dengan berwisata alam. Sejumlah pengunjung memanfaatkan waktu libur dengan melakukan aktivitas tracking dan menikmati keindahan alam di kawasan wisata tersebut.
Salah satu rombongan pengunjung berasal dari sekolompok Sanggar Tari Besasak Binusan, yang menikmati suasana alam dengan menyusuri jalur menuju air terjun tingkat tiga. Air terjun ini dikenal dengan panorama hutan yang masih asri serta aliran air yang jernih dan sejuk.
Riswanto, salah satu pengunjung mengatakan jalur menuju lokasi air terjun masih tergolong aman untuk dilalui.
“Medannya biasa saja dan tidak terlalu berbahaya. Debit air terjunnya juga tidak terlalu deras, jadi masih aman,” ujar Riswanto.
Senada juga disampaikan pengunjung lain, yakni Gita yang menyebut tracking di kawasan air terjun Binusan tidak berbahaya.
“Bagus saja, medan tracking-nya biasa saja, tidak berbahaya. Yang perlu diperhatikan itu jalur daratnya, karena di beberapa titik jalannya sudah mulai tertutup dan ada pohon tumbang. Kalau bisa ditambahkan penanda jalan supaya pengunjung tidak tersesat,” ujar Gita.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keindahan alam di sekitar air terjun. “Yang bikin kurang bagus itu ada coretan nama-nama di batu. Kalau bisa dibuat papan larangan untuk tidak mencoret batu dan merusak alam. Juga disediakan tempat sampah dan lokasi khusus untuk camping, supaya pengunjung tidak sembarang buka tempat,” tambahnya.
Sementara itu, petugas wisata air terjun Binusan, Ramadhan, mengaku pihak pengelola terus berupaya menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, serta mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjaga kebersihan kawasan wisata.
Dengan potensi alam yang dimiliki, Ramadhan menuturkan, air terjun Binusan tetap menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Kabupaten Nunukan.
“Alam Binusan sudah indah dengan caranya sendiri. Tugas kita sederhana datang menikmati, pulang tanpa meninggalkan luka. Menjaga alam berarti memastikan keindahan ini tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang,” tutupnya. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Yogi Wibawa







